Persib Bandung bermain di Stadion GBLA dengan dukungan penuh Bobotoh saat ACL Two 2026Para pemain Persib Bandung merayakan gol yang dicetak oleh Thom Haye ke gawang Malut United dalam laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (6/3/2026) malam WIB.

Scorepost, BandungPersib Bandung datang ke leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 dengan misi berat. Maung Bandung harus membalikkan defisit tiga gol setelah takluk 0-3 dari Ratchaburi FC pada pertemuan pertama di Thailand.

Meski situasi terlihat sulit, optimisme tetap menyelimuti kubu Persib. Alasannya jelas: rekor kandang yang nyaris sempurna di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) musim ini.

GBLA kembali menjadi tumpuan harapan. Magis stadion kebanggaan Bobotoh itu bisa menjadi pembeda dalam upaya Persib menciptakan remontada bersejarah.

Rekor Kandang Nyaris Tanpa Cela

Sepanjang musim 2025/2026, Persib telah memainkan 14 pertandingan kandang di dua kompetisi berbeda, yakni BRI Super League dan ACL Two. Hasilnya terbilang luar biasa.

Dari total laga tersebut, Persib meraih 13 kemenangan dan hanya satu kali bermain imbang. Artinya, persentase kemenangan Maung Bandung di GBLA mencapai lebih dari 92 persen.

Satu-satunya hasil imbang terjadi saat menghadapi Lion City Sailors dalam fase grup ACL Two. Selebihnya, Persib selalu mampu mengamankan tiga poin di depan pendukungnya sendiri.

Lebih impresif lagi, belum ada satu pun tim yang berhasil menaklukkan Persib di GBLA musim ini.

Dominan di Liga Domestik dan Asia

Di ajang BRI Super League, Persib tampil sangat solid ketika bermain di Bandung. Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, hingga Malut United—yang juga menjadi pesaing papan atas—harus pulang dengan tangan hampa.

Sementara di level Asia, Maung Bandung juga menunjukkan performa yang meyakinkan. Manila Digger, Selangor FC, dan Bangkok United menjadi korban ketangguhan Persib di kandang sendiri.

Atmosfer GBLA yang dipadati Bobotoh kerap menjadi tekanan tersendiri bagi tim tamu. Intensitas dukungan dari tribune seakan memberi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Dalam banyak kesempatan, para pemain Persib mengakui bahwa dukungan suporter menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi tim di kandang.

Tantangan Berat: Defisit Tiga Gol

Namun kali ini, situasinya berbeda. Persib tak sekadar mengejar kemenangan, tetapi harus membalikkan ketertinggalan agregat tiga gol setelah kekalahan 0-3 di Dragon Solar Park pada 11 Februari 2026.

Defisit tersebut tentu bukan perkara mudah. Di kompetisi Asia, margin tiga gol tergolong besar, apalagi melawan tim dengan organisasi permainan yang disiplin seperti Ratchaburi FC.

Meski demikian, peluang tetap ada. Apalagi jika melihat catatan tandang Ratchaburi di fase grup ACL Two musim ini.

Celah yang Bisa Dimanfaatkan

Ratchaburi FC bukan tanpa kelemahan ketika bermain di luar kandang. Dalam tiga laga tandang fase grup, mereka menelan dua kekalahan.

Tim asal Thailand itu takluk 1-3 dari Nam Dinh FC dan kembali kalah 0-2 dari Gamba Osaka. Satu-satunya kemenangan tandang mereka diraih saat menghadapi Eastern United, tim yang memang menjadi juru kunci grup.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Ratchaburi tidak selalu solid saat bermain di markas lawan. Hal inilah yang bisa dieksplorasi oleh Persib.

Jika Maung Bandung mampu mencetak gol cepat dan menjaga momentum, tekanan psikologis bisa berbalik menghantui tim tamu.

Kunci Remontada: Intensitas dan Mentalitas

GBLA
Persib Bandung di AFC Champions League (ACL) 2 2025/2026. (Bola.com/Dok.X Persib Bandung).

Untuk menciptakan comeback, Persib harus tampil agresif sejak menit awal tanpa kehilangan keseimbangan di lini belakang. Gol cepat akan menjadi kunci untuk membuka peluang lebih besar.

Selain itu, faktor mental juga berperan penting. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh dapat menjadi dorongan moral yang signifikan.

Dengan rekor kandang hampir sempurna, kepercayaan diri tim jelas terjaga. Namun disiplin dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi penentu.

Remontada memang bukan hal yang mudah, tetapi statistik menunjukkan bahwa Persib memiliki fondasi kuat untuk mencobanya.

Kini, semua mata tertuju ke GBLA. Apakah magis Bandung kembali berbicara dan menghadirkan malam bersejarah bagi Maung Bandung?

Sumber: PERSIB / VEGAS4D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *