Real MadridGelandang Real Madrid, Jude Bellingham menyapa para penggemar setelah pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara FC Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman bagian selatan, pada 15 April 2026.

Scorepost, JakartaBellingham Latihan Mourinho menjadi salah satu cerita menarik dari persiapan Real Madrid menjelang musim 2026/2027. Jude Bellingham kembali bergabung dengan skuad Los Blancos setelah membela Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, dan langsung merasakan suasana baru di bawah arahan Jose Mourinho.

Bagi Bellingham, bekerja dengan Mourinho bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Gelandang asal Inggris itu menyebut kesempatan dilatih sosok asal Portugal tersebut sebagai sebuah impian. Ia merasa antusias, meski baru menjalani awal kebersamaan di Valdebebas.

Situasi ini menjadi penting bagi Real Madrid. Dalam beberapa musim terakhir, klub raksasa Spanyol itu mengalami perubahan besar, termasuk pergantian pelatih dan evaluasi terhadap performa tim. Kehadiran Mourinho memberi warna baru, terutama dari sisi disiplin, intensitas latihan, dan tuntutan mental.

Bellingham Antusias Bertemu Mourinho

Jude Bellingham
Jude Bellingham kemudian memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-80 setelah melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar.

Bellingham menjadi salah satu pemain terakhir yang kembali ke skuad setelah tampil di Piala Dunia 2026 bersama Inggris. Meski masa istirahatnya tidak panjang, ia tampak menyambut positif awal persiapan bersama Real Madrid.

Pemain berusia 23 tahun itu mengaku senang bisa kembali bertemu rekan-rekan setimnya. Lebih dari itu, ia merasa tertantang untuk memahami gaya kerja Mourinho yang dikenal detail dan menuntut standar tinggi.

“Saya sangat senang bisa kembali bersama rekan-rekan setim dan bekerja dengan pelatih baru. Ini impian bagi saya untuk bekerja dengan pelatih seperti Mourinho,” ujar Bellingham.

Pernyataan tersebut menjadi tanda bahwa Bellingham Latihan Mourinho tidak hanya dipandang sebagai rutinitas pramusim. Ada rasa penasaran, motivasi, dan harapan besar dari sang pemain untuk membuka musim dengan arah baru.

Latihan Berat, tetapi Membuat Semangat

Gianluca Prestianni
Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026.

Salah satu hal yang langsung dirasakan Bellingham adalah intensitas latihan. Ia menyebut banyak berlari, menghadapi cuaca panas, dan tetap menjalani sesi sepak bola dengan ritme tinggi bersama rekan-rekannya.

Bagi sebagian pemain, pramusim seperti itu bisa terasa melelahkan. Namun, Bellingham justru melihatnya sebagai bagian yang menyenangkan. Ia mengaku menyukai perjuangan seperti itu karena dapat membantu pemain mencapai kondisi terbaik.

“Ini berat, tetapi menyenangkan. Saya sangat menyukai perjuangan seperti ini,” kata Bellingham.

Komentar tersebut memberi gambaran awal mengenai tuntutan Mourinho. Pelatih berpengalaman itu tampaknya ingin membangun fondasi fisik dan mental yang kuat sejak awal musim.

Dalam konteks Bellingham Latihan Mourinho, pendekatan ini bisa menjadi jawaban atas kritik yang sempat mengarah kepada Real Madrid. Dalam dua musim terakhir, Los Blancos kerap disorot karena intensitas permainan mereka tidak selalu stabil, terutama dalam laga besar.

Peran Bellingham Bisa Lebih Terarah

Piala Dunia 2026
Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, di Piala Dunia 2026.

Bellingham dikenal sebagai pemain yang sangat fleksibel. Sejak bergabung dengan Real Madrid, ia pernah bermain dalam banyak peran, mulai dari gelandang serang, gelandang tengah, false nine, hingga membantu area kiri ketika tim membutuhkan keseimbangan.

Fleksibilitas itu membuatnya sangat berharga. Namun, di sisi lain, Bellingham juga kerap harus menanggung beban tambahan untuk menutup ruang yang ditinggalkan pemain depan seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.

Jika Mourinho mampu membangun sistem pressing dan struktur bertahan yang lebih rapi, beban defensif Bellingham bisa berkurang. Hal itu akan membuka peluang baginya untuk lebih sering hadir di area berbahaya, seperti saat ia tampil tajam pada musim 2023/2024.

Karena itu, Bellingham Latihan Mourinho bisa menjadi awal dari perubahan peran yang lebih ideal. Real Madrid membutuhkan Bellingham yang bukan hanya bekerja keras, tetapi juga kembali menjadi ancaman utama dari lini kedua.

Pemain Baru Bikin Madrid Makin Menarik

Real Madrid juga menyambut musim baru dengan beberapa wajah baru. Nama-nama seperti Marc Cucurella, Bernardo Silva, Ibrahima Konate, Denzel Dumfries, Carlos Espi, dan Yan Diomande menambah pilihan dalam skuad.

Kedatangan pemain baru membuat persaingan internal semakin ketat. Mourinho kini memiliki lebih banyak opsi untuk membentuk komposisi terbaik, baik dalam fase menyerang maupun bertahan.

Bellingham melihat situasi ini dengan optimistis. Ia merasa Real Madrid punya modal bagus untuk bangkit setelah dua musim tanpa trofi mayor.

Namun, tantangan tetap besar. Mourinho harus menemukan keseimbangan antara pemain lama, rekrutan baru, dan bintang muda yang membutuhkan ruang berkembang.

Fokus Penuh Setelah Piala Dunia

Gelandang Real Madrid
Gelandang Real Madrid asal Inggris, Jude Bellingham (tengah), berebut bola dengan bek Liverpool asal Prancis, Ibrahima Konate (kiri), dalam pertandingan pekan keempat Liga Champions 2025-2026 di Stadion Anfield, Inggris, pada Selasa 4 November 2025 waktu setempat atau Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Dominasi tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-61.

Bellingham tampil impresif di Piala Dunia 2026 bersama Inggris dengan catatan tujuh gol dari delapan pertandingan. Meski Inggris hanya finis di posisi ketiga, performa individu sang gelandang menjadi salah satu sorotan besar.

Namun, Bellingham tidak ingin terlalu lama melihat ke belakang. Fokusnya kini sudah beralih kepada Real Madrid dan persiapan musim baru.

Bagi Los Blancos, kondisi Bellingham akan sangat penting. Musim 2025/2026 sempat tidak berjalan maksimal untuknya karena gangguan cedera dan penurunan produktivitas.

Kini, Bellingham Latihan Mourinho menjadi sinyal awal bahwa Real Madrid ingin membangun ulang standar mereka. Latihan keras, skuad baru, dan ambisi besar bisa menjadi kombinasi penting untuk mengembalikan Los Blancos ke jalur juara.

Sumber: Sports Illustrated / Real Madrid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *