Scorepost, Jakarta – Transfer Manchester United pada bursa musim panas 2026 mulai mendapat sorotan tajam menjelang bergulirnya Premier League 2026/2027. Setan Merah memang sudah mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos, tetapi aktivitas itu dinilai belum cukup untuk membuat skuad Michael Carrick benar-benar siap bersaing di banyak kompetisi.
Situasinya menjadi semakin menarik karena United kembali tampil di Liga Champions. Dengan jadwal yang lebih padat, kepergian beberapa pemain senior, dan target untuk menembus papan atas, klub seharusnya bergerak lebih agresif. Namun, hingga menjelang laga pembuka melawan Hull City, pergerakan mereka justru terlihat belum menyelesaikan sejumlah kebutuhan utama.
Terlambat Mengejar Lewis Hall

Masalah pertama dalam Transfer Manchester United adalah lambatnya pergerakan untuk posisi bek kiri. Luke Shaw masih bisa diandalkan, tetapi usianya yang sudah masuk kepala tiga membuat United membutuhkan pesaing atau penerus jangka panjang.
Nama Lewis Hall sempat menjadi pilihan menarik. Bek Newcastle United itu memiliki profil modern: agresif, mampu membantu serangan, dan masih punya ruang berkembang. Namun, ketertarikan United datang terlalu lambat.
Newcastle sudah berada dalam posisi finansial yang lebih kuat setelah melepas beberapa pemain penting. Akibatnya, mereka tidak berada dalam tekanan besar untuk menjual Hall. Bagi United, situasi ini bisa menjadi pelajaran bahwa target strategis seharusnya dikejar lebih awal, bukan ketika klub pemilik sudah kembali memegang kendali negosiasi.
Belum Ada Pelapis Ideal untuk Sesko

United juga masih menyimpan tanda tanya di lini depan. Benjamin Sesko memang menjadi pusat rencana serangan, tetapi klub belum memiliki pelapis yang benar-benar meyakinkan jika sang penyerang absen atau mengalami penurunan performa.
Joshua Zirkzee belum tampil stabil sejak datang ke Old Trafford. Sementara itu, Marcus Rashford lebih nyaman bergerak dari sisi kiri dan tidak selalu cocok jika dipaksa menjadi penyerang tengah utama.
Dalam gambaran Transfer Manchester United, kebutuhan penyerang tambahan terlihat cukup jelas. Klub membutuhkan sosok yang bisa memberi variasi, menekan Sesko untuk terus tampil tajam, dan tetap menjaga produktivitas tim ketika rotasi diperlukan.
Terlalu Hati-Hati dengan Dana Besar

Sikap hati-hati dalam belanja pemain memang bisa dipahami. United tidak ingin kembali melakukan pembelian mahal yang berakhir mengecewakan. Namun, terlalu berhitung juga berisiko membuat mereka tertinggal dari rival.
Klub-klub besar Premier League sudah bergerak agresif untuk memperkuat skuad. Harga pemain di pasar juga semakin tinggi, terutama untuk posisi gelandang bertahan dan pemain muda elite.
Kritik terhadap Transfer Manchester United semakin kuat karena mereka membutuhkan pengganti jangka panjang untuk Casemiro. Salah satu nama yang sering dikaitkan adalah Aurelien Tchouameni dari Real Madrid.
Tchouameni memiliki atribut yang sesuai dengan kebutuhan United: kuat secara fisik, tenang saat membawa bola, dan mampu menjaga transisi. Namun, jika United terus ragu mengeluarkan biaya besar, peluang mendapatkan pemain seperti ini bisa hilang.
Penjualan Pemain Belum Efektif

Masalah lain yang belum selesai adalah kemampuan menjual pemain dengan harga layak. United masih kesulitan melepas beberapa nama yang tidak masuk rencana utama.
Andre Onana dan Altay Bayindir masih menjadi beban dalam struktur skuad, sementara Rashford juga belum menemukan jalan keluar ideal. Besarnya gaji pemain membuat klub peminat cenderung berhati-hati.
Situasi Manuel Ugarte juga memperlihatkan rumitnya manajemen aset United. Pemain yang dulu didatangkan mahal kini tidak mudah dijual dengan harga sepadan.
Karena itu, Transfer Manchester United tidak hanya harus dinilai dari siapa yang datang, tetapi juga dari siapa yang berhasil dilepas. Tanpa penjualan yang efektif, ruang belanja klub akan tetap terbatas.
Risiko Terbesar Ada di Lini Tengah

Kebutuhan paling mendesak United tetap berada di lini tengah. Tielemans dan Santos memberi tambahan kualitas, tetapi keduanya belum tentu cukup untuk menutup seluruh kebutuhan Carrick.
United memerlukan gelandang bertahan kelas atas yang bisa menjadi jangkar, memutus serangan lawan, dan menjaga keseimbangan saat tim kehilangan bola. Tanpa pemain seperti itu, tekanan terhadap lini belakang akan tetap besar.
Pada akhirnya, Transfer Manchester United musim panas ini bisa menjadi bumerang jika klub tidak segera menutup lubang penting sebelum jendela transfer ditutup. Carrick memiliki proyek menarik, tetapi proyek itu membutuhkan dukungan skuad yang lebih lengkap.
Jika United ingin bersaing di Premier League dan Liga Champions, mereka tidak bisa hanya mengandalkan dua perekrutan awal. Bursa transfer masih terbuka, tetapi waktu untuk memperbaiki kesalahan semakin menipis.
Sumber: GiveMeSport / Reuters / Opta Analyst

