Scorepost, Indonesia – Manchester United berencana mengajukan pertemuan resmi dengan kepala badan wasit Inggris, Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), yang dipimpin oleh Howard Webb. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekecewaan klub terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan mereka dalam beberapa pertandingan terakhir.
Menurut laporan media Inggris, pertemuan tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026 dan akan difokuskan pada pembahasan dua insiden spesifik yang dianggap berdampak langsung terhadap raihan poin Setan Merah di Premier League.
Ketegangan Muncul Usai Laga Dramatis
Sorotan terhadap kepemimpinan wasit kembali mengemuka setelah Manchester United bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth dalam laga yangour pertandingan di Old Trafford, Selasa dini hari WIB lalu. Dalam laga tersebut, terjadi insiden ketika Antoine Semenyo terlihat memegang leher Diogo Dalot.
Mantan wasit Premier League, Keith Hackett, menilai tindakan tersebut layak diganjar kartu merah. Namun, insiden itu tidak menjadi bagian dari agenda utama yang ingin diklarifikasi oleh pihak Manchester United dalam pertemuan mendatang.
Manajemen klub justru memusatkan perhatian pada dua keputusan lain yang dinilai lebih krusial dan dianggap sebagai kesalahan berulang dari perangkat pertandingan.
Manajemen Klub Merasa Dirugikan

Mengacu pada laporan Daily Mail, jajaran petinggi Manchester United merasa frustrasi karena menilai kesalahan wasit dalam laga-laga mereka semakin sering terjadi dan memiliki dampak signifikan terhadap hasil pertandingan.
Keputusan untuk meminta pertemuan dengan PGMOL disebut merupakan inisiatif manajemen klub dan tidak melibatkan pelatih kepala, Ruben Amorim.
Direktur Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, bersama Direktur Teknis Jason Wilcox, sebelumnya juga telah meminta penjelasan langsung kepada Howard Webb terkait sebuah insiden dalam laga melawan Brentford. Pada pertandingan tersebut, bek Brentford, Nathan Collins, tidak mendapatkan kartu merah setelah menarik Bryan Mbeumo di dalam kotak penalti.
Laga itu berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi Manchester United. Setelah pertandingan, mantan pejabat wasit mengakui bahwa Collins seharusnya diusir karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.
Insiden Tambahan Memperkeruh Situasi

Rasa kecewa pihak Manchester United bertambah setelah dua kejadian lain dalam laga berbeda. Pada pertandingan melawan West Ham United yang berakhir imbang, klub menilai Aaron Wan-Bissaka seharusnya menerima kartu kuning kedua akibat tekel terlambat terhadap Patrick Dorgu.
Penilaian tersebut kembali diamini oleh Keith Hackett, yang menyebut keputusan wasit saat itu sebagai kekeliruan.
Insiden berikutnya terjadi dalam kemenangan 4-1 Manchester United atas Wolverhampton Wanderers. Dalam laga tersebut, tembakan Amad Diallo mengenai tangan Emmanuel Agbadou di dalam kotak penalti. Meski VAR sempat melakukan peninjauan, wasit memutuskan tidak memberikan penalti.
Masih menurut laporan Daily Mail, pihak PGMOL kemudian mengakui bahwa kedua keputusan tersebut merupakan kesalahan wasit. PGMOL juga disebut memahami kekecewaan Manchester United atas insiden-insiden tersebut.
Namun demikian, manajemen Setan Merah menilai pengakuan semata tidak cukup, terutama karena kesalahan serupa terus berulang tanpa terlihat adanya perbaikan yang signifikan.
Isu Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan Liga

Kualitas kepemimpinan wasit di Premier League memang menjadi bahan perdebatan sepanjang musim ini. Sikap Manchester United muncul di tengah diskusi yang lebih luas antara klub-klub dan Howard Webb mengenai kemungkinan perubahan dalam penerapan Video Assistant Referee (VAR).
CEO League Managers Association, Richard Bevan, mengungkapkan bahwa sejumlah klub menginginkan pendekatan baru demi meningkatkan konsistensi keputusan wasit.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah memasangkan wasit lapangan dengan ofisial VAR yang sama secara berkelanjutan, sehingga tercipta pemahaman dan komunikasi yang lebih baik di antara keduanya.
“Kami sudah mengadakan banyak pertemuan antara para manajer Premier League dan Howard Webb terkait VAR. Ada yang berjalan baik, ada juga yang tidak,” ujar Bevan dalam podcast Footy Accumulators No Tippy Tappy Football.
“Para manajer ingin wasit VAR bekerja secara konsisten dengan wasit lapangan yang sama setiap pekan. Dengan begitu, hubungan kerja mereka akan lebih selaras, dan PGMOL juga sedang mengarah ke pendekatan tersebut,” tambahnya.
Menunggu Respons PGMOL
Hingga kini, PGMOL belum mengumumkan secara resmi jadwal atau format pertemuan yang diminta Manchester United. Namun, permintaan tersebut menegaskan sikap klub yang ingin adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar kepemimpinan wasit di Premier League.
Bagi Manchester United, dialog langsung dengan Howard Webb diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perbaikan, terutama agar kesalahan serupa tidak terus berulang di momen-momen krusial.
Sumber: Give Me Sport

