Scorepost, Jakarta – Nama John Herdman di Timnas Indonesia kembali mencuat seiring rencana federasi untuk segera mengisi posisi pelatih kepala skuad Garuda. Meski belum diumumkan secara resmi oleh PSSI, sejumlah indikasi mengarah pada pelatih asal Inggris tersebut sebagai kandidat terkuat pengganti pelatih sebelumnya.
Isu ini langsung memantik beragam respons dari publik sepak bola nasional. Sebagian menilai Herdman sebagai sosok berpengalaman dengan rekam jejak internasional yang solid, sementara lainnya masih menunggu pembuktian nyata di level Asia Tenggara dan Asia.
Rekam Jejak Herdman Jadi Modal Awal
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang membawa Timnas Kanada menembus Piala Dunia 2022 di Qatar. Meski Kanada gagal meraih kemenangan di fase grup, keberhasilan lolos ke putaran final tetap dianggap sebagai pencapaian besar, mengingat panjangnya masa absensi negara tersebut dari Piala Dunia.
Selain pengalaman di level tim nasional, Herdman juga sempat menangani Toronto FC, klub yang berlaga di Major League Soccer (MLS). Pengalaman di liga profesional Amerika Utara dinilai memperkaya perspektif kepelatihannya, khususnya dalam manajemen pemain dan pembangunan tim jangka menengah.
Dengan latar belakang tersebut, nama Herdman dianggap memenuhi kriteria sebagai pelatih yang mampu bekerja dalam proyek jangka panjang, sejalan dengan ambisi Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Piala AFF 2026 Dinilai Jadi Penentu

Pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede, menilai bahwa ukuran keberhasilan awal John Herdman Timnas Indonesia tidak perlu langsung diarahkan ke target yang terlalu tinggi. Menurutnya, Piala AFF 2026 menjadi tolok ukur paling realistis untuk menilai kapasitas sang pelatih.
Dalam pandangannya, turnamen regional tersebut berperan sebagai fase adaptasi sekaligus pembuktian awal. Jika Indonesia tampil dengan komposisi pemain terbaik, maka ekspektasi publik terhadap hasil positif tidak bisa dihindari.
Bagi Haris, kemenangan di Piala AFF bukan sekadar soal trofi, melainkan momentum psikologis untuk membangun kepercayaan publik terhadap proyek kepelatihan baru.
Pentingnya “Stabilitas Emosi Publik”
Haris Pardede menilai bahwa dalam konteks sepak bola nasional, hasil di Piala AFF sering berfungsi sebagai penenang situasi. Terlepas dari perdebatan kualitas turnamen, kemenangan di level Asia Tenggara tetap memiliki nilai simbolik yang besar bagi suporter.
Ia menyebut Piala AFF sebagai semacam fase transisi, tempat pelatih baru mendapatkan ruang bernapas sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat. Dengan kata lain, keberhasilan di ajang ini dapat menjadi fondasi kepercayaan menuju target berikutnya.
Fokus Beralih ke Piala Asia 2027

Setelah Piala AFF, tantangan yang sesungguhnya dinilai akan datang pada Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Haris Pardede menyebut bahwa ekspektasi di level Asia tentu berbeda, dan tidak realistis jika langsung menargetkan gelar juara.
Namun demikian, lolos dari fase grup dianggap sebagai indikator penting bahwa tim nasional berada di jalur yang benar. Jika target tersebut tercapai, maka legitimasi John Herdman Timnas Indonesia sebagai pelatih kepala akan semakin kuat.
Menurut Haris, performa di Piala Asia akan menjadi ujian sesungguhnya atas kemampuan Herdman dalam menerapkan filosofi permainan, mengelola tekanan, serta memaksimalkan potensi pemain Indonesia.
Minim “Red Flag”, Tapi Waktu Tetap Jadi Hakim
Salah satu poin yang disoroti Haris Pardede adalah minimnya catatan negatif dalam riwayat kepelatihan Herdman. Dibanding beberapa pelatih sebelumnya, Herdman dinilai tidak membawa beban sejarah yang terlalu kontroversial.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa rekam jejak di atas kertas tidak bisa dijadikan jaminan mutlak. Pembuktian nyata tetap akan ditentukan oleh hasil dan perkembangan tim dalam satu tahun pertama masa kepelatihan.
Menanti Sentuhan Baru untuk Garuda

Jika benar ditunjuk, John Herdman akan menghadapi ekspektasi besar dari publik sepak bola Indonesia. Piala AFF 2026 menjadi ujian awal, sementara Piala Asia 2027 akan menjadi panggung evaluasi utama.
Bagi PSSI dan suporter, masa satu tahun ke depan akan menjadi periode krusial untuk menilai apakah keputusan menunjuk Herdman merupakan langkah tepat dalam perjalanan panjang Timnas Indonesia menuju level yang lebih kompetitif di Asia.
Sumber: Pernyataan Haris Pardede (Nusantara TV), pengamatan media nasional

