gol bunuh diri persebayaPersebaya Surabaya Vs Borneo FC, BRI Super League.

Scorepost, Jakarta – Gol bunuh diri Persebaya kembali menjadi sorotan setelah hasil imbang 2-2 melawan Borneo FC pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya kembali gagal mengamankan tiga poin penuh meski tampil ngotot hingga menit akhir.

Hasil ini memperpanjang periode sulit Bajul Ijo, khususnya dalam laga kandang. Tambahan satu poin memang menjaga posisi mereka di papan tengah klasemen, namun jalannya pertandingan kembali menyisakan catatan evaluasi, terutama di sektor pertahanan.

Gol Bunuh Diri Jadi Titik Balik Laga

Pemain Persebaya Surabaya, Leo Lelis, merayakan gol ke gawang Madura United dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023, Minggu (29/1/2023)

Dalam duel yang berlangsung intens, Persebaya dan Borneo FC saling bergantian menekan. Tim tamu lebih dulu membuka keunggulan melalui skema serangan terorganisir yang memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah. Persebaya sempat merespons cepat dan menjaga momentum, sebelum insiden krusial kembali terjadi di babak kedua.

Gol bunuh diri yang dilakukan Leo Lelis pada menit ke-70 menjadi momen yang mengubah atmosfer stadion. Upaya sang bek untuk menghalau bola justru berujung pada sundulan yang mengarah ke gawang sendiri. Reaksi keras dari tribun suporter tak terelakkan, mencerminkan kekecewaan atas kesalahan yang kembali terulang.

Situasi ini menjadi pukulan mental bagi Persebaya, terlebih karena gol bunuh diri bukan kali pertama terjadi dalam beberapa laga terakhir.

Leo Lelis Ambil Tanggung Jawab

Usai pertandingan, Leo Lelis tidak bersembunyi dari sorotan. Bek asal Brasil itu memilih berdiri di depan media dan mengakui kesalahannya secara terbuka. Ia menyadari posisinya sebagai pemain senior menuntut sikap bertanggung jawab, terutama dalam situasi sulit seperti ini.

Leo Lelis menegaskan bahwa dirinya akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga. Ia juga menekankan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif, di mana kesalahan satu pemain tetap harus ditanggung bersama sebagai tim.

Pernyataan tersebut mendapat beragam respons. Sebagian suporter menghargai sikap terbuka sang pemain, sementara lainnya berharap komitmen tersebut benar-benar terlihat dalam performa berikutnya.

Tren Imbang yang Terus Berlanjut

Persebaya Surabaya – Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya 2024

Hasil melawan Borneo FC menambah panjang daftar pertandingan tanpa kemenangan Persebaya. Lima laga terakhir berakhir imbang, menunjukkan bahwa masalah utama bukan hanya pada penyelesaian akhir, tetapi juga pada konsistensi menjaga keunggulan.

Dalam laga ini, Persebaya sebenarnya menunjukkan karakter pantang menyerah. Setiap kali tertinggal, mereka mampu merespons dengan peningkatan intensitas permainan. Gol penyeimbang di menit-menit akhir menjadi bukti bahwa mental bertarung tim belum sepenuhnya hilang.

Namun, pola yang sama terus terulang: kebobolan lebih dulu, mengejar, lalu gagal mengamankan momentum. Kondisi ini membuat Bajul Ijo sulit naik ke papan atas klasemen.

Borneo FC Lebih Terorganisir

Di sisi lain, Borneo FC tampil lebih stabil dan rapi dalam mengatur tempo permainan. Kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat mereka beberapa kali mampu menembus pertahanan Persebaya.

Meski gagal membawa pulang kemenangan, satu poin dari Surabaya tetap menjadi hasil positif bagi tim tamu. Mereka menunjukkan kedewasaan dalam bermain, terutama saat menghadapi tekanan besar di kandang lawan.

Persebaya Masih Mencari Keseimbangan

Absennya pelatih kepala dan gelandang kreatif Francisco Rivera terlihat cukup memengaruhi alur permainan Persebaya. Distribusi bola dari lini tengah kerap tersendat, memaksa permainan lebih banyak mengandalkan sektor sayap.

Menariknya, tanpa kehadiran beberapa pemain inti, Persebaya justru memperlihatkan dinamika berbeda. Duo sayap Malik Risaldi dan Gali Freitas tampil agresif dan berani melakukan duel satu lawan satu. Serangan menjadi lebih cair, meski belum sepenuhnya efektif.

Situasi ini memberi sinyal bahwa Persebaya masih dalam fase pencarian formula terbaik, terutama untuk menyeimbangkan agresivitas menyerang dan soliditas bertahan.

Fokus ke Laga Tunda

gol bunuh diri persebaya
Paulo Gali Freitas beraksi dalam duel Persebaya Surabaya melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (20/12/2025)

Saat ini, Persebaya menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan 19 poin. Peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka, terutama dengan adanya laga tunda melawan Persijap Jepara yang dijadwalkan akhir Desember.

Laga tersebut akan menjadi ujian penting bagi konsistensi Bajul Ijo. Tidak hanya soal hasil, tetapi juga tentang bagaimana mereka mengelola tekanan dan meminimalkan kesalahan elementer seperti gol bunuh diri.

Jika ingin kembali ke jalur kemenangan, Persebaya dituntut memperbaiki detail-detail kecil yang selama ini justru menjadi penghambat.

Sumber: Laporan pertandingan BRI Super League, keterangan pemain Persebaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *