Scorepost, Jakarta – Nama Lionel Messi sudah terukir sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang sejarah. Deretan prestasi individu dan kolektif yang ia raih nyaris tak tertandingi, mulai dari delapan Ballon d’Or hingga berbagai gelar juara di level klub dan tim nasional. Namun, di balik dominasi tersebut, ada satu fakta menarik yang kerap luput dari perhatian: Messi bukanlah pemain dengan koleksi Sepatu Emas terbanyak dalam sejarah sepak bola.
Meski dikenal sebagai mesin gol lintas generasi, jumlah Sepatu Emas yang diraih Messi masih berada di bawah beberapa legenda lainnya. Statistik ini tidak mengurangi kebesaran namanya, tetapi justru memperlihatkan betapa panjang dan produktifnya karier para penyerang legendaris sebelum dan sesudah era Messi.
Berikut lima pesepak bola yang memiliki koleksi Sepatu Emas lebih banyak dibanding Lionel Messi, dengan dominasi kuat datang dari Brasil.
Lionel Messi dan Rekor Sepatu Emasnya
Sebelum menengok daftar pemain lain, penting untuk menempatkan Lionel Messi dalam konteks yang tepat. Sepanjang kariernya, Messi mengoleksi sembilan Sepatu Emas domestik. Delapan di antaranya diraih saat membela Barcelona di La Liga, sementara satu lainnya ia dapatkan bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Capaian tersebut sudah tergolong luar biasa, mengingat Messi juga harus berbagi panggung dengan banyak penyerang elite sepanjang kariernya. Namun, sejarah mencatat ada beberapa nama yang melampaui angka tersebut.
1. Romário – 15 Sepatu Emas

Romário menjadi pemegang rekor tertinggi dalam daftar ini. Legenda Brasil tersebut mengoleksi 15 Sepatu Emas domestik, sebuah angka yang hingga kini belum mampu disentuh pemain mana pun.
Sebagian besar penghargaan itu diraih di kompetisi Brasil, ditambah beberapa gelar pencetak gol terbanyak di Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat. Insting gol Romário dikenal sangat tajam, dengan pergerakan singkat namun mematikan di kotak penalti.
Banyak bek top dunia mengakui bahwa Romário adalah lawan tersulit yang pernah mereka hadapi, berkat kelincahan dan kemampuan mencetak gol dari ruang sempit.
2. Josef Bican – 12 Sepatu Emas
Nama Josef Bican mungkin tidak setenar Messi di era modern, tetapi catatan golnya nyaris legendaris. Striker kelahiran Austria ini diklaim mencetak hampir 950 gol sepanjang kariernya, menurut berbagai catatan statistik sejarah sepak bola.
Bican meraih 12 Sepatu Emas, sebagian besar saat memperkuat Slavia Prague. Dominasi Bican di kompetisi domestik pada masanya membuatnya dikenal sebagai salah satu predator paling produktif sepanjang sejarah.
3. Pelé – 11 Sepatu Emas

Tak lengkap membicarakan rekor tanpa menyebut Pelé. Ikon sepak bola Brasil ini mengoleksi 11 Sepatu Emas, semuanya diraih saat membela Santos.
Pelé dikenal bukan hanya karena jumlah golnya, tetapi juga konsistensinya. Ia pernah meraih Sepatu Emas secara beruntun selama beberapa musim, mencetak puluhan gol setiap tahun di kompetisi domestik Brasil.
Produktivitas Pelé menjadi fondasi dominasi Santos dan tim nasional Brasil pada era keemasan sepak bola dunia.
4. Dada Maravilha – 11 Sepatu Emas
Dada Maravilha juga masuk dalam jajaran elite dengan 11 Sepatu Emas. Ia mencatatkan prestasi tersebut bersama beberapa klub Brasil, termasuk Atlético Mineiro dan Flamengo.
Keunggulan Maravilha terletak pada kemampuan duel udara dan naluri mencetak gol yang sangat kuat. Ia dikenal sebagai striker klasik yang hidup dari suplai bola ke kotak penalti.
5. Sima – 11 Sepatu Emas
Nama terakhir dalam daftar ini adalah Sima, yang juga mengoleksi 11 Sepatu Emas di kompetisi Brasil. Menariknya, ia meraih gelar pencetak gol terbanyak bersama beberapa klub berbeda, menandakan konsistensi tinggi dalam jangka panjang.
Prestasi Sima mungkin kurang dikenal publik global, namun statistiknya membuktikan bahwa ia termasuk penyerang paling produktif dalam sejarah sepak bola domestik Brasil.
Dominasi Brasil dalam Sejarah Sepatu Emas
Dari lima nama di atas, empat di antaranya berasal dari Brasil. Fakta ini menegaskan betapa kuatnya tradisi pencetak gol di negara tersebut, jauh sebelum era sepak bola modern yang serba global.
Lionel Messi mungkin menjadi ikon terbesar generasinya, tetapi sejarah membuktikan bahwa dominasi pencetak gol telah berlangsung lintas era dan lintas gaya permainan.
Sumber: PlanetFootball

