Kota Takai dan Kevin Diks bersama Borussia MonchengladbachMeski belum jadi pilihan utama, Kota Takai selalu dipanggil pelatih Hajime Moriyasu ke Timnas Jepang dalam beberapa laga terakhir jika tak mengalami cedera. (AFP/Christophe Archambault)

Scorepost, Jakarta – Bursa transfer Januari 2026 menghadirkan cerita menarik dari Bundesliga Jerman. Borussia Monchengladbach resmi mendatangkan bek muda Timnas Jepang, Kota Takai, dengan status pinjaman dari Tottenham Hotspur hingga akhir musim. Kepindahan ini terasa spesial karena membuat Takai kini satu tim dengan bek Timnas Indonesia, Kevin Diks.

Transfer ini menandai babak baru dalam karier Kota Takai yang sedang menanjak. Bek berusia 21 tahun tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta terbaik Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Setelah tampil impresif bersama Kawasaki Frontale, langkah Takai kini berlanjut ke panggung sepak bola Eropa yang lebih kompetitif.

Dari J-League ke Bundesliga

Nama Kota Takai mulai mencuri perhatian luas ketika ia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik J-League 2024. Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi dan kematangan permainannya, meski usianya masih sangat muda. Tak heran jika Tottenham Hotspur bergerak cepat mengamankan jasanya pada musim panas 2025.

Namun, persaingan ketat di skuad Spurs membuat Tottenham memilih opsi peminjaman agar Takai mendapatkan jam terbang reguler. Borussia Monchengladbach kemudian menjadi tujuan ideal. Klub Bundesliga itu dikenal memiliki tradisi kuat dalam mengembangkan pemain muda, terutama di sektor pertahanan.

Direktur olahraga Monchengladbach, Rouven Schröder, menyambut kedatangan Takai dengan penuh optimisme. Ia menilai sang pemain memiliki paket komplet sebagai bek modern: postur ideal, kekuatan fisik, kecepatan, serta kemampuan membaca permainan. Karakteristik tersebut dinilai sangat cocok dengan kebutuhan Die Fohlen dalam paruh kedua musim.

Rekam Jejak yang Menjanjikan

Kota Takai tampil cemerlang di lini belakang Kawasaki Frontale dalam dua musim terakhir. (Dok. J-League)

Takai melakukan debut profesionalnya pada 2022, saat masih berusia 17 tahun. Dalam waktu singkat, ia berkembang pesat dan menjadi bagian penting tim utama Kawasaki Frontale sejak 2023. Total, ia mencatatkan lebih dari 80 penampilan kompetitif bersama klub tersebut.

Kontribusinya tidak hanya terlihat dari menit bermain, tetapi juga dari koleksi prestasi. Bersama Kawasaki Frontale, Takai turut memenangkan Piala Kaisar Jepang 2023 dan Piala Super Jepang 2024. Pengalaman ini menempa mentalnya sebagai pemain yang terbiasa bermain di laga-laga penting.

Di level internasional, Takai juga menunjukkan progres signifikan. Ia meniti karier dari tim nasional junior Jepang sebelum akhirnya melakoni debut bersama timnas senior pada September 2024. Hingga kini, ia telah mengoleksi beberapa caps bersama Samurai Biru, sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi pemain seusianya.

Dari Rival Menjadi Rekan Setim

Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra (tengah), berupaya melewati adangan pemain Jepang, Kota Takai, pada laga pemungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Panasonic Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6/2025) sore WIB. (Shohei Miyano/Kyodo News via AP)

Kepindahan Takai ke Monchengladbach menghadirkan ironi menarik. Enam bulan lalu, ia masih berstatus sebagai lawan Kevin Diks dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertemuan itu terjadi pada 10 Juni 2025, ketika Jepang menjamu Timnas Indonesia di Panasonic Stadium Suita.

Dalam laga tersebut, Takai tampil sebagai starter dan bermain penuh. Sementara itu, Kevin Diks juga turun sejak awal, meski harus ditarik keluar lebih cepat akibat cedera. Pertandingan tersebut berakhir pahit bagi skuad Garuda, namun menjadi pengalaman berharga bagi kedua pemain.

Kini, situasinya berbalik. Takai dan Diks berada di ruang ganti yang sama, bekerja sama demi kepentingan klub. Dinamika ini menjadi contoh nyata bagaimana sepak bola dapat mempertemukan kembali dua pemain yang sebelumnya saling berhadapan di level internasional.

Tantangan Baru di Jerman

Bagi Takai, Bundesliga jelas menawarkan tantangan berbeda dibandingkan J-League. Intensitas permainan yang lebih tinggi, duel fisik yang lebih keras, serta tuntutan taktik yang kompleks akan menguji kematangannya. Namun, bermain bersama pemain berpengalaman seperti Kevin Diks diyakini akan mempercepat proses adaptasinya.

Sementara bagi Monchengladbach, kehadiran Takai menambah kedalaman lini belakang sekaligus investasi jangka menengah. Jika mampu menunjukkan performa konsisten, bukan tidak mungkin klub Jerman tersebut akan mempertimbangkan opsi permanen di masa depan.

Musim ini masih menyisakan banyak pertandingan krusial. Performa duet lintas Asia, Kota Takai dan Kevin Diks, menjadi salah satu hal menarik untuk dinantikan di Bundesliga.

Sumber: Borussia Monchengladbach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *