Arsenal vs Manchester United Liga InggrisPelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026).

Scorepost, Jakarta – Atmosfer panas akan menyelimuti Stadion Emirates akhir pekan ini ketika Arsenal menjamu rival klasik mereka, Manchester United, pada lanjutan pekan ke-23 Premier League 2025/2026.

Di atas kertas, Arsenal berada di posisi yang lebih diunggulkan. Namun, kemenangan mengejutkan MU atas Manchester City pekan lalu membuat The Gunners tak bisa memandang laga ini sebagai duel biasa.

Arsenal Ingin Jaga Momentum Kandang

Arsenal menatap pertandingan ini dengan ambisi besar: meraih kemenangan kandang kelima secara beruntun di Premier League. Tambahan tiga poin akan sangat berarti untuk menjaga jarak dari para pesaing di papan atas, terutama setelah dua hasil imbang tanpa gol kontra Liverpool dan Nottingham Forest sempat membuat langkah mereka sedikit tersendat.

Menariknya, meski gagal menang dalam dua laga tersebut, Arsenal justru menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi pertahanan. Pasukan Mikel Arteta berhasil melewati dua pertandingan liga terakhir tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran—sebuah indikator kuat bahwa struktur bertahan mereka berada di level elite.

Konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama Arsenal dalam perburuan gelar. Setelah penantian panjang sejak musim invincible 2003/2004, The Gunners kini berada di jalur yang realistis untuk kembali mengangkat trofi Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah klub.

MU Bangkit, Carrick Effect Mulai Terasa

Di sisi lain, Manchester United datang ke London dengan kepercayaan diri yang meningkat. Kemenangan 2-0 atas Manchester City pekan lalu menjadi sorotan utama, bukan hanya karena lawan yang mereka kalahkan, tetapi juga karena itu merupakan laga pertama Michael Carrick dalam periode keduanya sebagai pelatih interim Setan Merah.

Penampilan MU saat menundukkan City memperlihatkan organisasi permainan yang lebih rapi, intensitas pressing yang meningkat, serta keberanian mengambil risiko—sesuatu yang kerap absen dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, inkonsistensi masih menjadi bayang-bayang terbesar MU. Sepanjang musim ini, mereka hanya sekali mencatatkan tiga kemenangan beruntun, yakni pada Oktober lalu. Selebihnya, performa MU cenderung naik-turun dan sulit diprediksi.

Namun, sejak kepergian Ruben Amorim di awal bulan, lini serang MU menunjukkan progres positif. Kecepatan transisi dan efektivitas di sepertiga akhir lapangan mulai kembali terlihat, meski masih jauh dari kata sempurna.

Rivalitas Lama, Ambisi Berbeda

Duel Arsenal vs MU selalu membawa nuansa sejarah. Rivalitas kedua klub pernah mendominasi era awal Premier League, terutama pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Kini, konteksnya berbeda.

Arsenal tengah membangun dinasti baru dengan skuad muda dan stabil, sementara MU masih berjuang menemukan identitas pasca-era kejayaan mereka. Meski demikian, laga ini tetap sarat gengsi dan berpotensi menjadi titik balik bagi kedua tim.

Bagi Arsenal, kemenangan akan memperkuat status mereka sebagai kandidat juara serius. Bagi MU, hasil positif di Emirates bisa menjadi validasi awal bahwa Carrick Effect bukan sekadar euforia sesaat.

Man City Terpuruk, Guardiola Akui Segalanya Berjalan Salah

Arsenal vs MU
Pep Guardiola pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-2 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Sementara itu, Manchester City justru menghadapi periode kelam. Kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions menjadi salah satu hasil paling memalukan dalam sejarah Eropa klub tersebut.

Pelatih City, Pep Guardiola, tak menampik kondisi sulit yang sedang dialami timnya.

Ia mengakui banyak detail kecil yang tidak berjalan sesuai rencana, mulai dari kehilangan fokus hingga masalah kebugaran. Cedera dua bek utama, Ruben Dias dan Josko Gvardiol, menjadi faktor signifikan yang mengganggu kestabilan pertahanan City sejak pergantian tahun.

City kini berharap kehadiran Marc Guehi—eks kapten Crystal Palace—mampu memberi dampak instan. Debut Guehi dijadwalkan terjadi saat menghadapi Wolves, tim yang meski berada di zona degradasi, sedang menunjukkan tren positif tanpa kekalahan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

Jadwal Pekan ke-23 Premier League

Liga Inggris
Liga Inggris – Ilustrasi logo Premier League 2024/2025.

Sabtu, 24 Januari 2026

  • 19.30 WIB: West Ham United vs Sunderland
  • 22.00 WIB: Burnley vs Tottenham Hotspur
  • 22.00 WIB: Fulham vs Brighton
  • 22.00 WIB: Manchester City vs Wolves

Minggu, 25 Januari 2026

  • 00.30 WIB: Bournemouth vs Liverpool
  • 21.00 WIB: Brentford vs Nottingham Forest
  • 21.00 WIB: Crystal Palace vs Chelsea
  • 21.00 WIB: Newcastle United vs Aston Villa
  • 23.30 WIB: Arsenal vs Manchester United

Selasa, 27 Januari 2026

  • 03.00 WIB: Everton vs Leeds United

Sumber: France24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *