Scorepost, Jakarta – Karier Trent Alexander-Arnold bersama Real Madrid tengah berada di fase penuh ketidakpastian. Bek kanan asal Inggris tersebut belum mampu menemukan ritme terbaiknya sejak hijrah dari Liverpool, dan situasi internal klub membuat masa depannya kembali menjadi bahan spekulasi.
Alexander-Arnold datang ke Santiago Bernabéu dengan ekspektasi besar. Statusnya sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia membuat publik Madrid berharap ia segera menjadi pilar utama. Namun, paruh pertama musim berjalan jauh dari rencana. Cedera, perubahan pelatih, serta ketatnya persaingan posisi membuat menit bermainnya terbatas.
Situasi kian kompleks setelah pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih. Pergantian tersebut memicu berbagai laporan di Spanyol, termasuk kabar yang menyebut pelatih anyar Madrid, Álvaro Arbeloa, sempat membuka peluang melepas Alexander-Arnold pada musim panas mendatang.
Belum Menjadi Pilihan Utama di Madrid
Sejumlah media Spanyol mengabarkan bahwa Alexander-Arnold belum sepenuhnya masuk dalam skema utama Arbeloa. Meski laporan lanjutan menyebut sang pelatih masih memberikan dukungan, fakta di lapangan menunjukkan posisi bek kanan itu belum aman.
Cedera yang dialami sejak awal Desember membuatnya kehilangan momentum. Ketika kembali fit, ia harus bersaing ketat dengan pemain lain yang lebih dulu menyatu dengan sistem permainan Madrid. Akibatnya, Alexander-Arnold kesulitan mendapatkan status starter reguler.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: apakah Madrid masih menjadi tempat ideal bagi Alexander-Arnold untuk melanjutkan kariernya di puncak usia emas?
Peluang Hengkang Kian Terbuka

Dengan situasi yang ada, opsi hengkang pada bursa transfer musim panas tak bisa dikesampingkan. Beberapa klub Eropa disebut siap memantau perkembangan sang bek, terutama jika Real Madrid benar-benar membuka pintu negosiasi.
Namun, satu hal yang hampir pasti: peluang Alexander-Arnold kembali ke Liverpool sebagai pemain dinilai sangat kecil. Kepergiannya dari Anfield meninggalkan luka emosional bagi sebagian pendukung The Reds, yang merasa kehilangan simbol akademi dan identitas klub.
Meski begitu, Alexander-Arnold sendiri tidak pernah menutup pintu untuk kembali ke Anfield—bukan sebagai pemain, melainkan dalam peran lain di masa depan.
Janji Pulang ke Anfield, Bukan sebagai Pemain
Dalam beberapa kesempatan, Alexander-Arnold menegaskan bahwa Liverpool akan selalu menjadi rumah baginya. Ia bahkan telah mengungkapkan rencana pribadinya untuk kembali ke Anfield suatu hari nanti, membawa keluarganya dan mengenang perjalanan panjangnya bersama klub.
Ia menyebut ingin menunjukkan kepada anak-anaknya tempat di mana ia tumbuh, berkembang, dan meraih berbagai prestasi besar. Baginya, ikatan emosional dengan Liverpool tidak akan pernah terputus, meski karier profesionalnya membawanya ke tempat lain.
Alexander-Arnold juga menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Liverpool bukanlah bentuk pengkhianatan, melainkan dorongan untuk menantang diri di level yang berbeda setelah lebih dari dua dekade mengabdi.
Reaksi Suporter dan Luka yang Belum Sembuh

Kepulangan singkat Alexander-Arnold ke Anfield pada laga Liga Champions melawan Real Madrid, November lalu, menjadi gambaran nyata betapa rumitnya hubungan tersebut. Ia mendapat sambutan dingin, bahkan cemoohan, saat masuk sebagai pemain pengganti—sebuah momen yang menunjukkan bahwa luka itu belum sepenuhnya sembuh.
Ironisnya, Liverpool justru menang dalam laga tersebut, menambah kompleksitas emosi di antara sang pemain dan publik Anfield.
Liverpool Juga Sedang Kekurangan Stabilitas
Di sisi lain, Liverpool sendiri tengah menghadapi masalah di posisi bek kanan. Cedera yang menimpa Jeremie Frimpong dan Conor Bradley membuat Arne Slot kesulitan menjaga konsistensi di sektor tersebut.
Meski demikian, kembalinya Alexander-Arnold sebagai solusi jangka pendek maupun panjang tetap dianggap tidak realistis, setidaknya dalam waktu dekat. Faktor emosional, dinamika ruang ganti, dan arah proyek klub membuat opsi itu sulit terwujud.
Persimpangan Karier

Kini, Alexander-Arnold berada di persimpangan penting dalam kariernya. Bertahan di Madrid berarti berjuang keras merebut tempat utama dan membungkam kritik. Pergi ke klub lain membuka lembaran baru, tetapi juga penuh risiko.
Satu hal yang jelas, Anfield akan selalu menjadi rumah yang menunggu—meski bukan sebagai tempat ia bermain kembali. Masa depan Alexander-Arnold masih terbuka, dan keputusan berikutnya akan sangat menentukan arah kariernya dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: Express

