Scorepost, Tangerang – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, meminta para pemainnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya usai menelan kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
Laga yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (30/1/2026) sore WIB itu berjalan ketat. Namun, efektivitas Persija dalam memanfaatkan peluang membuat Pendekar Cisadane harus mengakui keunggulan tim tamu.
Dua gol Persija masing-masing dicetak Gustavo Almeida pada menit ke-33 dan Maxwell Souza pada menit ke-50, sekaligus memastikan Macan Kemayoran membawa pulang tiga poin dari Tangerang.
Awal Positif, Peluang Gagal Dimaksimalkan
Carlos Peña menilai Persita sebenarnya memulai pertandingan dengan pendekatan yang tepat. Timnya berani bermain terbuka dan mampu mengimbangi tempo permainan Persija pada fase awal laga.
“Kami memulai pertandingan dengan baik. Kami punya peluang yang sangat jelas dari Rayco, tetapi kami tidak bisa mencetak gol,” ujar Peña seusai laga.
Menurutnya, kegagalan memanfaatkan peluang emas tersebut menjadi momen krusial. Setelah itu, Persija mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih tenang dalam mengontrol pertandingan.
Kualitas Individu Persija Jadi Pembeda
Peña tak menampik bahwa kualitas teknis dan pengalaman sejumlah pemain Persija menjadi faktor penentu hasil akhir. Dalam kondisi permainan yang semakin terbuka, efektivitas lawan dalam memanfaatkan ruang menjadi sesuatu yang sulit dibendung.
“Setelah kesalahan yang kami buat, mereka bisa mencetak gol. Di babak kedua saya harus mengatur ulang permainan karena kami menghadapi banyak ruang dan pemain-pemain dengan kualitas tinggi,” jelas pelatih asal Spanyol itu.
Ia mengakui bahwa serangan balik cepat Persija, terutama pada gol kedua Maxwell Souza, menjadi pukulan berat bagi timnya yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan.
Kebanggaan Meski Tanpa Poin
Meski kalah di kandang sendiri, Carlos Peña tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Ia menilai Persita menunjukkan karakter dan semangat juang yang patut dihargai.
“Satu hal yang ingin saya sampaikan, saya bangga dengan tim saya. Saya bangga dengan para pemain karena hari ini mereka berjuang,” tegasnya.
Bagi Peña, performa Persita tidak sepenuhnya buruk. Timnya mencoba membangun serangan dengan berbagai cara dan tetap menekan hingga menit akhir, meski hasil akhirnya belum berpihak.
Ajakan untuk Melangkah ke Depan
Carlos Peña secara tegas meminta timnya tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, musim masih panjang dan satu kekalahan tidak boleh menghapus kerja keras yang telah dibangun sejak awal kompetisi.
“Kami harus melangkah ke depan dan mulai memikirkan pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir dan transisi bertahan, dua aspek yang dinilai menjadi pekerjaan rumah utama jelang laga selanjutnya.
Posisi Klasemen Masih Terjaga

Kekalahan dari Persija membuat Persita Tangerang tertahan di peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 32 poin dari 19 pertandingan.
Meski gagal menempel zona empat besar, posisi Pendekar Cisadane masih relatif aman dan tetap berada dalam persaingan papan atas.
Pada pekan ke-20, Persita dijadwalkan menghadapi Semen Padang pada Sabtu (8/2/2026). Laga tersebut akan menjadi kesempatan penting bagi tim asuhan Carlos Peña untuk kembali ke jalur kemenangan.
Sumber: Liga Indonesia Baru

