Scorepost, Jakarta – Kiper Timnas Indonesia yang kini membela Cremonese, Emil Audero, akhirnya memberikan pernyataan resmi setelah menjadi korban pelemparan kembang api oleh oknum suporter Inter Milan pada laga lanjutan Serie A 2025/2026.
Insiden tersebut terjadi saat Cremonese menjamu Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang berlangsung ketat itu berakhir dengan kemenangan tim tamu 2-0, namun momen yang paling disorot justru datang dari luar lapangan.
Duel Panas yang Diwarnai Insiden Mengejutkan
Sejak awal pertandingan, Inter Milan tampil dominan. Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-16, disusul gol Piotr Zielinski di menit ke-31 yang membuat Nerazzurri unggul dua gol di babak pertama.
Namun, situasi berubah tegang memasuki babak kedua. Pada menit ke-49, ketika Emil Audero sedang bersiap mengawal gawangnya, sebuah kembang api tiba-tiba meluncur dari arah tribun suporter Inter Milan dan meledak di dekat posisinya.
Ledakan keras itu membuat pertandingan terhenti sejenak. Audero tampak terkejut dan langsung mendapat pertolongan dari tim medis. Beberapa rekan setimnya juga mendekat untuk memastikan kondisi sang kiper.
Beruntung, setelah pemeriksaan singkat, Audero dinyatakan masih mampu melanjutkan pertandingan meski terlihat menahan rasa sakit.
Pengakuan Emil Audero: Nyeri di Telinga dan Panas di Lutut

Beberapa jam setelah pertandingan, Emil Audero menyampaikan pesan terbuka melalui video yang diunggah di akun media sosial resmi Cremonese. Dalam keterangannya, kiper berusia 29 tahun itu mengaku bersyukur karena kondisinya tidak terlalu parah.
“Halo semuanya, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang menghubungi dan menanyakan kondisi saya,” ujar Audero.
“Saya baik-baik saja, meski sempat merasakan nyeri cukup kuat di telinga dan sensasi panas di bagian lutut,” lanjutnya.
Audero mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami luka kecil akibat percikan ledakan kembang api tersebut. Namun setelah mendapatkan perawatan, ia bisa kembali beraktivitas normal.
Sudah Kembali Berlatih, Audero Bersyukur
Tak butuh waktu lama bagi Emil Audero untuk pulih. Sehari setelah insiden, ia mengaku sudah bisa kembali menjalani sesi latihan bersama rekan-rekannya.
“Saya sudah bisa berlatih hari ini dan merasa lega. Setelah melihat ulang rekamannya, kejadian itu sebenarnya bisa jauh lebih buruk. Saya bersyukur semuanya berakhir dengan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Audero tetap menyayangkan terjadinya aksi berbahaya seperti itu di dalam stadion sepak bola.
“Sayangnya, hal-hal seperti ini masih saja terjadi. Saya berharap ke depannya insiden serupa bisa benar-benar dihentikan,” tegas mantan kiper Inter Milan tersebut.
Ia pun menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih atas dukungan yang diterimanya.
“Terima kasih untuk semua pesan yang saya terima. Pelukan hangat untuk kalian semua,” tutup Audero.
Pelaku Sudah Diidentifikasi
Menurut laporan media Italia, pihak keamanan stadion bersama otoritas setempat telah berhasil mengidentifikasi pelaku pelemparan kembang api tersebut.
Ironisnya, oknum suporter yang sama disebut sempat mencoba melempar kembang api kedua beberapa menit setelah insiden pertama. Namun, benda tersebut justru meledak di tangannya sendiri dan menyebabkan luka serius pada tiga jarinya.
Peristiwa ini semakin mempertegas pentingnya peningkatan pengamanan di stadion, terutama pada pertandingan berisiko tinggi seperti laga Cremonese melawan Inter Milan.
Keselamatan Pemain Jadi Prioritas

Insiden yang menimpa Emil Audero kembali membuka diskusi tentang keselamatan pemain di lapangan. Aksi suporter yang tidak bertanggung jawab kerap menjadi ancaman nyata bagi para atlet.
Sebagai salah satu pemain Indonesia yang berkarier di Eropa, Audero tentu menjadi sorotan publik Tanah Air. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak serius pada kesehatannya.
Meski Cremonese harus menerima kekalahan 0-2 dari Inter Milan, fokus utama kini tertuju pada keselamatan Audero dan upaya agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Sumber: Football Italia

