LyonPenyerang Lyon asal Brasil bernomor punggung 09, Endrick, merayakan setelah mencetak gol keempat timnya selama pertandingan L1 Prancis antara Metz dan Olympique Lyonnais (OL) di Stade Saint-Symphorien di Longeville-les-Metz, Prancis timur, pada 25 Januari 2026. (Jean-Christophe VERHAEGEN/AFP)

Scorepost, Jakarta – Penyerang muda asal Brasil, Endrick Felipe, mengungkapkan pengalaman berharga sekaligus tantangan besar yang ia rasakan selama membela Real Madrid. Meski digadang-gadang sebagai salah satu talenta masa depan, Endrick mengakui bahwa menembus skuad utama Los Blancos bukanlah perkara mudah.

Musim ini menjadi periode yang cukup kontras bagi pemain berusia 19 tahun tersebut. Setelah kesulitan mendapatkan menit bermain di Santiago Bernabeu, Endrick justru menemukan ritme terbaiknya usai dipinjamkan ke klub Prancis, Lyon, pada bursa transfer musim dingin.

Dalam wawancara yang dikutip dari Marca, Endrick berbicara jujur mengenai perbedaan situasi yang ia alami di kedua klub tersebut.

Minim Menit Bermain di Real Madrid

Endrick mengawali kariernya di Real Madrid dengan ekspektasi tinggi. Namun kenyataannya, ia harus menghadapi persaingan ketat di lini depan yang dihuni pemain-pemain kelas dunia.

Kesempatan bermain yang terbatas menjadi salah satu kendala utama dalam proses adaptasinya.

Ia mengungkapkan bahwa durasi bermain sangat berpengaruh terhadap performa seorang pemain.

“Bermain 90 atau 60 menit sangat berbeda dibandingkan 15 atau 30 menit. Anda bisa mengambil lebih banyak risiko dan bermain lebih lepas,” ujar Endrick.

Kurangnya menit bermain membuatnya kesulitan menunjukkan potensi terbaiknya di Real Madrid.

Keputusan Tepat Gabung Lyon

Real Madrid
Pemain Real Madrid, Endrick melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang VfB Stuttgart pada laga Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (18/09/2024) WIB. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Situasi tersebut akhirnya membuat Endrick menerima tawaran untuk dipinjamkan ke Lyon.

Keputusan ini terbukti menjadi langkah yang tepat dalam perkembangan kariernya.

Di Lyon, Endrick mendapatkan kepercayaan penuh dari tim pelatih serta kesempatan bermain yang lebih konsisten.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak klub, termasuk direktur olahraga dan pelatih Paulo Fonseca, berperan besar dalam meyakinkannya untuk bergabung.

“Mereka memberi saya kepercayaan diri dan menjelaskan peran saya di tim. Saya tahu akan mendapatkan kesempatan lebih banyak, tetapi juga dengan tuntutan yang tinggi,” jelasnya.

Kepercayaan tersebut membuat Endrick mampu tampil lebih percaya diri di lapangan.

Real Madrid Bukan Tempat yang Mudah

Endrick secara terbuka mengakui bahwa Real Madrid adalah klub dengan standar tertinggi di dunia sepak bola.

Menurutnya, tekanan yang ada di klub tersebut sangat besar, baik bagi pemain muda maupun pemain senior.

“Real Madrid adalah klub dengan kemenangan terbanyak. Tidak mudah untuk siapa pun bermain di sana,” kata Endrick.

Ia juga menyoroti ekspektasi besar dari para penggemar yang ingin melihat pemain muda langsung bersinar.

Namun dalam kenyataannya, proses adaptasi membutuhkan waktu dan tidak bisa instan.

Fokus di Lyon, Belum Komunikasi dengan Pelatih Madrid

Saat ini, Endrick memilih untuk fokus penuh bersama Lyon hingga masa peminjamannya berakhir.

Ia mengaku belum menjalin komunikasi dengan pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa.

“Kami belum berbicara. Saya fokus di Lyon sekarang. Saya akan mendukung Real Madrid, tetapi saat ini komitmen saya ada di sini,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Endrick ingin memaksimalkan kesempatan bermain yang ia dapatkan di Ligue 1.

Belajar dari Carlo Ancelotti

Meski sempat kesulitan di Madrid, Endrick tetap mengambil banyak pelajaran berharga selama bekerja sama dengan Carlo Ancelotti.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting yang membantunya berkembang sebagai pemain.

“Saya belajar banyak darinya di Real Madrid. Saya bisa mencetak gol di berbagai kompetisi saat bekerja dengannya,” ungkap Endrick.

Menariknya, hubungan kerja antara Endrick dan Ancelotti kini berlanjut di level internasional, setelah sang pelatih dipercaya menangani Timnas Brasil.

Endrick juga masuk dalam skuad Selecao pada jeda internasional Maret, yang menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kualitasnya di level internasional.

Masa Depan Masih Terbuka

Endrick
Ekspresi pemain muda Brasil, Endrick saat mencetak gol ke gawang Inggris dalam laga di Stadion Wembley 23 Maret 2024. (AP Photo/Alastair Grant)

Endrick dijadwalkan kembali ke Real Madrid pada musim panas mendatang.

Dengan pengalaman yang ia dapatkan di Lyon, peluang untuk mendapatkan peran lebih besar di skuad Los Blancos masih terbuka.

Namun, ia juga harus bersaing dengan banyak pemain top yang menghuni lini serang Madrid.

Jika mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin Endrick akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Real Madrid.

Untuk saat ini, fokus utamanya adalah terus berkembang dan memanfaatkan setiap kesempatan bermain yang ada.

Sumber: Football Espana / VEGAS4D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *