Scorepost, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai memetakan tantangan besar yang akan dihadapi sepanjang tahun 2026. Jadwal yang sangat padat membuat sang pelatih menilai satu hal sebagai kebutuhan mutlak: Timnas Indonesia harus memiliki kedalaman skuad yang kuat dan merata di semua lini.
Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi Timnas Indonesia. Dalam satu kalender kompetisi, skuad Garuda dijadwalkan tampil di sejumlah agenda internasional penting, mulai dari turnamen persahabatan hingga kejuaraan regional dan multi-event.
Kondisi tersebut membuat Herdman tidak ingin bergantung pada jumlah pemain yang terbatas. Ia menilai rotasi dan manajemen fisik hanya bisa berjalan optimal apabila tim memiliki banyak opsi pemain dengan kualitas yang relatif seimbang.
Jadwal Internasional Menumpuk Sejak Awal Tahun
Agenda Timnas Indonesia pada 2026 akan dimulai dengan FIFA Series yang digelar pada Maret. Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menguji kedalaman skuad serta memberi kesempatan kepada pemain-pemain baru mencicipi atmosfer internasional.
Tak berhenti di situ, Timnas Indonesia juga dijadwalkan tampil di ASEAN Championship yang rencananya berlangsung pada periode Juli hingga Agustus. Turnamen regional ini kerap menuntut fisik dan mental tinggi karena padatnya jadwal pertandingan dalam waktu singkat.
Selain dua turnamen tersebut, masih ada dua periode FIFA Matchday yang jatuh pada September dan November 2026. Di sisi lain, Herdman juga bertanggung jawab atas Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di Asian Games 2026.
Akumulasi agenda tersebut membuat beban kompetisi tidak hanya menumpuk di satu tim, tetapi juga terbagi antara tim senior dan kelompok usia.
Kebutuhan Skuad Gemuk Jadi Prioritas Utama
Menghadapi situasi ini, Herdman menegaskan pentingnya memiliki skuad besar. Menurutnya, kalender kompetisi modern tidak lagi memungkinkan pelatih mengandalkan 14–15 pemain inti sepanjang musim.
Ia menilai, dengan banyaknya turnamen dan jendela internasional, pelatih harus berani melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas permainan tim. Untuk itu, proses pemantauan pemain menjadi sangat krusial sejak dini.
Herdman juga menekankan bahwa perhatian tidak hanya tertuju pada pemain yang sudah mapan di Timnas, tetapi juga mereka yang tampil konsisten di kompetisi domestik.
Mulai Intens Pantau BRI Super League

Sebagai langkah awal, Herdman sudah turun langsung memantau BRI Super League. Ia ingin melihat secara langsung atmosfer pertandingan, tempo permainan, serta kualitas individu pemain di liga lokal.
Hingga pekan ke-18 musim 2025/2026, Herdman telah menyaksikan dua pertandingan dari tribun stadion. Laga Persija Jakarta kontra Madura United serta Persita Tangerang melawan Bhayangkara FC menjadi kesempatan baginya untuk mengamati potensi pemain secara langsung.
Menurut Herdman, pengalaman menyaksikan pertandingan di stadion memberikan perspektif berbeda dibandingkan sekadar menonton rekaman video. Ia bisa menilai aspek non-teknis seperti komunikasi antarpemain, respons di bawah tekanan, hingga mental bertanding.
Terkejut dengan Intensitas Liga Indonesia

Menariknya, Herdman mengaku cukup terkejut dengan intensitas permainan di Liga Indonesia. Meski mengakui faktor iklim tropis memengaruhi tempo permainan, ia menilai kompetisi domestik Indonesia memiliki dinamika yang tinggi.
Ia melihat banyak momen pertandingan berjalan cepat dan penuh duel, terutama pada fase transisi. Menurut Herdman, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, sekaligus modal berharga jika dikelola dengan baik untuk kebutuhan Timnas.
Herdman menilai, pemain yang terbiasa tampil dalam intensitas tinggi di liga akan lebih siap menghadapi tuntutan sepak bola internasional, asalkan aspek fisik dan recovery dikelola dengan benar.
Sinkronisasi Tim Senior dan U-23
Agenda Asian Games 2026 juga membuat Herdman harus memikirkan sinkronisasi antara Timnas senior dan U-23. Beberapa pemain potensial diprediksi akan menjadi tumpuan di kedua level, sehingga pembagian menit bermain harus direncanakan secara matang.
Dengan skuad yang lebih gemuk, Herdman berharap tidak terjadi ketergantungan berlebihan pada pemain tertentu. Ia ingin menciptakan ekosistem tim nasional yang berkesinambungan, di mana regenerasi berjalan tanpa mengorbankan prestasi.
Fokus Bangun Fondasi Jangka Panjang
Bagi Herdman, 2026 bukan hanya soal hasil jangka pendek. Tahun ini menjadi fondasi penting untuk membangun kedalaman tim nasional dalam jangka panjang.
Pemantauan liga, perluasan basis pemain, serta manajemen skuad menjadi pekerjaan besar yang akan menentukan wajah Timnas Indonesia ke depan. Dengan agenda yang padat, Herdman menegaskan bahwa persiapan matang adalah satu-satunya jalan untuk tetap kompetitif di semua ajang.
Sumber: PSSI / Wawancara di Indomilk Arena

