Jakarta – Peran Hugo Ekitike di skuad Liverpool FC kian sulit diabaikan. Penyerang asal Prancis tersebut kembali menjadi sorotan setelah tampil menentukan dalam kemenangan The Reds atas Brighton & Hove Albion di Stadion Anfield, akhir pekan lalu.
Dua gol yang dicetak Ekitike pada pertandingan tersebut tidak hanya memastikan tiga poin bagi Liverpool, tetapi juga memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi lima laga beruntun. Lebih dari itu, performa tersebut menguatkan pandangan bahwa Ekitike kini memegang peran sentral dalam permainan tim asuhan Arne Slot.
Pengamat sepak bola Inggris yang secara khusus mengikuti perkembangan Liverpool, David Lynch, bahkan menilai kontribusi Ekitike saat ini melampaui pemain lain di lini depan, termasuk nama besar seperti Mohamed Salah.
Dari Opsi Pelapis Menjadi Pilar Utama

Pada awal musim, Ekitike belum sepenuhnya diproyeksikan sebagai poros utama serangan Liverpool. Statusnya sempat berada di belakang sejumlah nama lain di lini depan, terlebih dengan kehadiran penyerang baru dan reputasi Salah sebagai ikon klub.
Namun seiring berjalannya kompetisi, situasi tersebut perlahan berubah. Ekitike mulai menunjukkan konsistensi performa yang sulit ditandingi oleh rekan-rekannya di sektor ofensif. Kontribusinya tidak lagi terbatas pada gol, tetapi juga terlihat jelas dalam dinamika permainan Liverpool secara keseluruhan.
Menurut Lynch, Ekitike adalah penyerang yang paling stabil penampilannya sepanjang musim sejauh ini.
“Jika dilihat secara menyeluruh, dia adalah yang terbaik di lini depan Liverpool saat ini. Dia satu-satunya penyerang yang benar-benar tampil konsisten,” ujar Lynch dalam wawancaranya dengan Sports Mole.
Ia juga menyoroti bahwa performa beberapa pemain lain masih fluktuatif. Salah disebut tengah mengalami penurunan performa, sementara penyerang lain belum memberikan dampak yang sama secara berkelanjutan.
Unggul Secara Statistik dan Pengaruh Permainan
Penilaian tersebut diperkuat oleh data statistik. Hingga saat ini, Ekitike tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liverpool di Liga Inggris dengan tujuh gol. Jika dihitung di seluruh kompetisi, koleksinya telah mencapai 10 gol—jumlah yang terpaut cukup jauh dibandingkan pemain Liverpool lainnya.
Selain produktivitas gol, Ekitike juga menjadi pemain paling aktif dalam menciptakan ancaman ke gawang lawan. Ia mencatatkan rata-rata 3,75 tembakan per 90 menit, tertinggi di antara pemain Liverpool yang tampil minimal 180 menit.
Keterlibatannya dalam fase permainan juga menonjol. Ekitike tidak hanya beroperasi di kotak penalti, tetapi kerap turun ke area yang lebih dalam untuk menghubungkan lini tengah dan lini serang. Rata-rata sentuhannya mencapai 34,9 per 90 menit, menunjukkan betapa besar perannya dalam sirkulasi bola dan pembangunan serangan.
Dinilai Sebagai Penyerang “Paket Lengkap”

Lynch turut memuji kelengkapan aspek permainan Ekitike. Menurutnya, adaptasi pemain berusia 23 tahun tersebut di lingkungan baru berjalan sangat cepat.
“Dia datang dari liga yang berbeda dan langsung beradaptasi. Bukan hanya golnya yang mengesankan, tetapi juga kontribusinya dalam membangun serangan, sentuhan-sentuhan kecil, dan kemampuannya menghubungkan permainan,” jelas Lynch.
Ia juga menyoroti perkembangan Ekitike dalam aspek pressing. Meski sebelumnya terbiasa dengan sistem tekanan tertentu, Ekitike dinilai mampu menyesuaikan diri dengan pendekatan pressing yang diterapkan Liverpool.
Data tambahan turut memperkuat penilaian tersebut. Rata-rata operan Ekitike per 90 menit berada di angka 21,4—lebih tinggi dibandingkan penyerang lain di skuad. Jumlah tembakannya per 90 menit juga melampaui catatan Salah pada periode yang sama.
Dampak Langsung terhadap Posisi Liverpool
Kemenangan atas Brighton membawa dampak signifikan bagi posisi Liverpool di klasemen. The Reds kini menempati peringkat ketujuh dengan raihan 26 poin, hanya terpaut dua angka dari Chelsea FC yang berada di zona Liga Champions.
Dengan selisih poin yang relatif tipis, peluang Liverpool untuk kembali bersaing di papan atas masih terbuka. Lynch menilai momentum kebangkitan ini harus dijaga agar jarak dengan para pesaing tidak kembali melebar.
“Sekarang jaraknya belum terlalu jauh. Liverpool memang belum sepenuhnya konsisten, tetapi pesaing mereka juga mengalami hal serupa,” ujar Lynch.
Ia menambahkan bahwa kunci utama berada pada kemampuan Liverpool merangkai kemenangan secara beruntun, sesuatu yang masih menjadi tantangan dalam beberapa pekan terakhir.
Peran Penentu di Tengah Persaingan Ketat

Persaingan menuju zona Liga Champions musim ini terbilang sangat rapat. Selisih poin antara peringkat keempat dan posisi tengah klasemen tidak terlalu jauh, membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang krusial.
Dalam situasi seperti ini, keberadaan pemain yang mampu memberikan kontribusi nyata secara konsisten menjadi faktor pembeda. Berdasarkan penilaian pengamat dan data yang ada, Hugo Ekitike dinilai memiliki potensi besar untuk memainkan peran tersebut bagi Liverpool.
Sumber: Sports Mole
