Scorepost, Jakarta – Kebersamaan Real Madrid dengan Xabi Alonso resmi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir proyek besar yang sempat digadang-gadang sebagai awal era baru Los Blancos.

Meski gagal memenuhi ekspektasi di Santiago Bernabéu, reputasi Alonso sama sekali tidak runtuh. Jejak suksesnya bersama Bayer Leverkusen masih menjadi referensi utama banyak klub elite Eropa. Di usia 44 tahun, Alonso tetap dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan, dengan filosofi permainan modern, struktur taktik rapi, serta kemampuan mengembangkan pemain.
Kini, setelah berpisah dari Madrid, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: ke mana langkah Xabi Alonso berikutnya? Berikut enam klub yang dinilai paling realistis menjadi destinasi sang pelatih.
1. Liverpool – Opsi Paling Masuk Akal

Nama Liverpool berada di posisi teratas dalam spekulasi. Tekanan terhadap Arne Slot terus meningkat, terutama jika performa The Reds tak stabil di paruh kedua musim.
Alonso memiliki ikatan emosional kuat dengan Anfield. Ia pernah menjadi jenderal lapangan tengah Liverpool dan sempat masuk radar klub sebelum Jurgen Klopp hengkang. Faktor lain yang memperkuat rumor ini adalah kemungkinan reuni dengan mantan anak asuhnya di Leverkusen, seperti Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong.
2. Bayern Munchen – Familiar dan Strategis

Bayern Munich selalu memantau perkembangan Alonso. Rekam jejaknya di Bundesliga sangat kuat, ditambah statusnya sebagai mantan pemain Bayern.
Meski Vincent Kompany saat ini masih aman, Bayern dikenal tidak ragu melakukan perubahan jika target tidak tercapai. Alonso dinilai sebagai sosok ideal untuk menjaga dominasi domestik dan memperkuat fondasi Eropa.
3. Manchester City – Pewaris Filosofi Guardiola

Spekulasi tentang masa depan Pep Guardiola selalu menjadi topik hangat. Jika Guardiola suatu saat memutuskan pergi, Manchester City membutuhkan sosok yang mampu melanjutkan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan taktik detail.
Alonso dianggap punya DNA sepak bola yang sejalan dengan Guardiola. Namun, skenario ini lebih bersifat jangka panjang ketimbang solusi instan.
4. Paris Saint-Germain – Tantangan Ego dan Stabilitas
Paris Saint-Germain selalu haus pelatih dengan pendekatan taktik kuat. Masa depan Luis Enrique belum sepenuhnya aman, meski peluang pergantian dalam waktu dekat tergolong kecil.
PSG menawarkan sumber daya luar biasa, tetapi tekanan internal dan dinamika ruang ganti bisa menjadi risiko bagi Alonso yang baru saja keluar dari situasi sulit di Madrid.
5. Manchester United – Proyek Rebuild Berisiko
Manchester United tengah mencari arah baru setelah kegagalan sejumlah proyek sebelumnya. Alonso masuk radar karena dianggap mampu membangun ulang struktur tim.
Namun, hubungan emosional Alonso dengan Liverpool serta penolakan di masa lalu bisa menjadi penghambat. Selain itu, tekanan besar di Old Trafford membuat opsi ini terbilang berisiko.
6. Tottenham Hotspur – Kesempatan, tapi Kurang Ideal
Tottenham Hotspur juga disebut sebagai kandidat, terutama jika performa di bawah Thomas Frank tak membaik.
Meski menarik dari sisi Premier League, kondisi skuad Spurs dan ekspektasi jangka pendek membuat klub London Utara ini dinilai kurang ideal bagi Alonso yang tengah mencari stabilitas.
Menunggu Langkah Strategis Alonso

Kegagalan di Real Madrid bukan akhir cerita bagi Xabi Alonso. Sebaliknya, fase ini bisa menjadi titik refleksi sebelum mengambil keputusan paling penting dalam karier kepelatihannya.
Dari semua opsi, Liverpool dan Bayern Munchen dinilai sebagai destinasi paling realistis—menawarkan kombinasi stabilitas, sejarah, dan ruang untuk membangun proyek jangka panjang. Ke mana pun Alonso melangkah, satu hal pasti: namanya masih sangat panas di bursa pelatih Eropa.

