Dua Wajah AC Milan di Serie A 2025/2026: Perkasa di Laga Besar, Rapuh Saat Hadapi Tim PromosiAksi Luka Modric di laga AC Milan vs Cremonese di giornata 1 Serie A 2025/2026 di San Siro, Minggu (24/08/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

AC Milan menjalani kompetisi Serie A musim 2025/2026 dengan catatan yang cukup kontras. Rossoneri memperlihatkan kapasitas sebagai tim elite ketika berhadapan dengan lawan-lawan kuat, namun di sisi lain justru kerap tersandung saat menghadapi klub-klub promosi.

Fenomena ini membuat perjalanan Milan di bawah arahan Massimiliano Allegri terasa tidak stabil. Dalam laga-laga besar, Milan tampil disiplin dan penuh determinasi. Sebaliknya, saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka, performa justru menurun dan berujung pada kehilangan poin penting.

Kondisi tersebut menjadikan musim ini sebagai salah satu periode paling unik bagi Rossoneri dalam beberapa tahun terakhir.

Milan Tangguh di Laga Papan Atas

Ketika menghadapi tim-tim elite Serie A, AC Milan mampu menunjukkan identitas sebagai klub besar. Permainan terorganisir, disiplin taktik, serta efisiensi dalam memanfaatkan peluang menjadi ciri khas mereka di laga-laga krusial.

Sejumlah kemenangan penting berhasil diraih Milan, termasuk saat menaklukkan Napoli dengan skor 2-1, mengalahkan AS Roma 1-0, serta menundukkan rival sekota Inter Milan dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut menegaskan bahwa Milan memiliki kapasitas untuk bersaing di jalur perebutan Scudetto.

Dari tiga pertandingan besar tersebut, Milan sukses mengamankan sembilan poin penuh. Lebih impresif lagi, lini pertahanan tampil sangat solid dengan hanya kebobolan satu gol. Gol tersebut pun tercipta melalui titik penalti yang dieksekusi Kevin De Bruyne.

Statistik ini mencerminkan kemampuan Milan menjaga fokus dan konsistensi ketika tekanan berada di level tertinggi. Mental bertanding dan kedisiplinan taktik menjadi kekuatan utama Rossoneri saat menghadapi lawan sekelas pesaing gelar.

Efektivitas dan Disiplin Jadi Kunci

Dalam laga-laga besar tersebut, Milan tidak selalu mendominasi penguasaan bola. Namun mereka mampu bermain efisien, menutup ruang dengan rapat, serta memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Pendekatan ini menunjukkan kematangan tim di bawah Massimiliano Allegri. Milan tampil sabar, tidak terburu-buru, dan mampu mengontrol tempo permainan sesuai kebutuhan. Inilah yang membuat mereka terlihat sangat solid saat menghadapi tekanan dari tim papan atas.

Inkonsistensi Muncul Kontra Tim Promosi

Ironisnya, performa impresif tersebut tidak berlanjut saat Milan menghadapi tim promosi. Dalam tiga laga melawan Cremonese, Pisa, dan Sassuolo, Rossoneri justru gagal menunjukkan ketajaman dan stabilitas yang sama.

Dari sembilan poin yang tersedia, Milan hanya mampu mengamankan dua poin. Mereka harus mengakui keunggulan Cremonese dengan skor 1-2, serta ditahan imbang Pisa dan Sassuolo dengan skor identik 2-2.

Hasil ini menjadi sorotan tajam, terlebih karena seluruh pertandingan tersebut dimainkan di kandang sendiri. Situasi yang seharusnya menjadi keuntungan justru berubah menjadi sumber masalah bagi Milan.

Lini Belakang Jadi Titik Lemah

Christian Pulisic dari AC Milan (kiri) berebut bola dengan Nicolo Barella dari Inter Milan dalam laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Masalah paling mencolok dalam laga-laga kontra tim promosi terletak di lini pertahanan. Dalam tiga pertandingan tersebut, Milan kebobolan enam gol—angka yang sangat kontras dengan ketangguhan mereka saat menghadapi tim papan atas.

Kesalahan individual, kehilangan konsentrasi, serta kegagalan menjaga organisasi pertahanan menjadi faktor utama kebobolan tersebut. Milan kerap lengah dalam situasi transisi dan bola mati, sesuatu yang jarang terlihat ketika mereka bermain melawan tim besar.

Inkonsistensi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapan mental dan pendekatan Milan saat menghadapi lawan yang dianggap lebih lemah.

Tantangan Besar bagi Allegri

Catatan ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi Massimiliano Allegri. Sang pelatih dituntut untuk menemukan solusi agar Milan bisa tampil konsisten di semua level pertandingan, bukan hanya di laga-laga besar.

Jika ingin benar-benar bersaing dalam perebutan gelar Serie A, Milan tidak boleh terus kehilangan poin dalam pertandingan yang secara matematis seharusnya bisa dimenangkan. Setiap poin akan sangat menentukan di akhir musim.

Menjaga konsentrasi, memperbaiki organisasi pertahanan, serta meningkatkan efektivitas serangan menjadi kunci agar Rossoneri bisa menjaga stabilitas performa sepanjang musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *