images-scorepostimages-scorepost

Scorepost, JakartaFIFA akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik penjualan tiket Piala Dunia 2026. Federasi sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa kepemilikan tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah, khususnya Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan usai FIFA menutup fase undian acak (random draw) penjualan tiket awal turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni 2026. Sejak awal, Piala Dunia edisi mendatang memang telah memicu perdebatan luas, mulai dari harga tiket yang sangat mahal hingga sistem distribusi yang dianggap tidak berpihak pada suporter biasa.


Harga Tiket Mahal Jadi Sorotan Sejak Awal

Tak hanya harga, sistem undian acak juga memicu ketidakpuasan. Dalam mekanisme ini, suporter diwajibkan mendaftar secara daring selama periode tertentu

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun, antusiasme tinggi publik justru dibarengi gelombang kritik terhadap kebijakan harga tiket.

Sebagai contoh, tiket laga fase grup antara Inggris melawan Kroasia dipasarkan dengan harga mulai dari 198 hingga 523 paun. Angka tersebut melonjak tajam untuk pertandingan puncak. Tiket final yang akan digelar di MetLife Stadium, New York City, dibanderol di kisaran 3.129 hingga 6.489 paun, sebuah harga yang dinilai tidak ramah bagi mayoritas penggemar.

Tak hanya harga, sistem undian acak juga memicu ketidakpuasan. Dalam mekanisme ini, suporter diwajibkan mendaftar secara daring selama periode tertentu, lalu tiket dialokasikan secara acak kepada pendaftar yang terpilih.


FIFA Klaim Terima Setengah Miliar Permintaan Tiket

FIFA sempat merilis sejumlah tiket kategori harga terjangkau. Beberapa ratus tiket dilepas dengan harga 45 paun per pertandingan, termasuk untuk partai final pada 19 Juli 2026

Menanggapi kritik tersebut, FIFA sempat merilis sejumlah tiket kategori harga terjangkau. Beberapa ratus tiket dilepas dengan harga 45 paun per pertandingan, termasuk untuk partai final pada 19 Juli 2026.

Meski demikian, minat publik tetap membludak. FIFA mengklaim menerima lebih dari setengah miliar permintaan tiket selama periode pendaftaran yang berlangsung selama 33 hari. Lonjakan tersebut dipicu oleh format baru turnamen yang melibatkan 48 tim, menjadikannya Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.

“Selain negara tuan rumah, permintaan terbanyak datang dari Jerman, Inggris, Brasil, Spanyol, Portugal, Argentina, dan Kolombia,” ungkap FIFA dalam pernyataan resminya.

FIFA juga menerapkan sistem dynamic pricing, model yang memungkinkan harga tiket naik atau turun tergantung permintaan. Skema ini sebelumnya digunakan pada Piala Dunia Antarklub 2025 dan kembali menuai kritik karena FIFA mengambil potongan 15 persen dari pembeli maupun penjual pada sistem penjualan ulang internal.


Tidak Semua Penggemar Bisa Masuk Stadion

Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui antusiasme global terhadap Piala Dunia 2026 sangat luar biasa. Namun, ia menegaskan adanya keterbatasan kapasitas stadion.

“Mengetahui betapa pentingnya turnamen ini bagi banyak orang di seluruh dunia, satu-satunya penyesalan kami adalah kami tidak dapat menyambut setiap penggemar di dalam stadion,” ujar Infantino.

Ia menambahkan bahwa FIFA akan tetap berupaya melibatkan penggemar yang gagal mendapatkan tiket melalui berbagai program fan experience di luar stadion, baik secara langsung maupun digital.


Tiket Tidak Menjamin Izin Masuk Negara Tuan Rumah

Poin terpenting yang ditekankan FIFA adalah soal imigrasi

Poin terpenting yang ditekankan FIFA adalah soal imigrasi. Federasi menegaskan bahwa tiket pertandingan bukan dokumen perjalanan dan tidak menjamin seseorang diizinkan masuk ke negara tuan rumah.

Peringatan ini muncul di tengah kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang semakin ketat, terutama bagi warga dari negara tertentu.

“Tiket pertandingan tidak menjamin izin masuk ke negara tuan rumah. Penggemar disarankan untuk memeriksa persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat melalui situs resmi pemerintah masing-masing negara,” tegas FIFA.

FIFA juga merekomendasikan agar permohonan visa diajukan sedini mungkin, mengingat waktu pemrosesan yang bervariasi. Untuk perjalanan ke Amerika Serikat, pemegang tiket Piala Dunia 2026 nantinya dapat memanfaatkan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS) yang akan segera diluncurkan.


Tantangan Besar Jelang Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah

Dengan besarnya skala turnamen, tingginya permintaan tiket, serta kompleksitas aturan imigrasi, Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan tantangan besar, baik bagi FIFA maupun para suporter.

FIFA menegaskan komitmennya untuk memastikan pengalaman terbaik bagi penggemar, namun juga mengingatkan bahwa perencanaan matang, termasuk urusan visa, menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *