Erling Haaland kecewa usai Man City kalah dari Bodo GlimtPemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dan pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Scorepost, Jakarta – Kekalahan mengejutkan Manchester City di Liga Champions memicu reaksi keras dari bintang utama mereka, Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu secara terbuka mengakui rasa malu setelah The Citizens tumbang dari Bodo/Glimt pada matchday ketujuh Phase League Liga Champions 2025/2026.

Bermain di kandang lawan, City tampil jauh dari standar. Dalam laga yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, tim asuhan Pep Guardiola tak mampu mengatasi intensitas tinggi permainan wakil Norwegia tersebut dan harus pulang dengan kekalahan yang dinilai memalukan oleh Haaland sendiri.

Awal Buruk yang Sulit Diperbaiki

Wasit Sven Jablonski memberikan kartu merah kepada gelandang Manchester City, Rodri, dalam pertandingn Liga Champions antra Bodo/Glimt vs Manchester City di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini ari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Manchester City sejatinya datang dengan status unggulan. Namun, laga baru berjalan beberapa menit, gawang mereka sudah kebobolan dua kali. Kasper Høgh mencetak dua gol cepat yang langsung membuat tuan rumah unggul dan memukul mental City sejak awal pertandingan.

Situasi semakin memburuk ketika Jens Petter Hauge menambah gol ketiga Bodo/Glimt di babak kedua. City memang sempat merespons melalui gol Rayan Cherki, tetapi momentum kebangkitan itu tak bertahan lama. Kartu kuning kedua yang diterima Rodri memaksa City bermain dengan 10 orang dan praktis mengubur peluang mereka untuk mengejar ketertinggalan.

Kekalahan ini membuat Manchester City turun ke peringkat ketujuh klasemen Phase League Liga Champions dan membuka peluang mereka tergeser lebih jauh jika hasil tim-tim pesaing tak berpihak.

Haaland Ambil Sikap, Tunjuk Pemain Senior

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tertunduk setelah gawangnya kebobolan tiga kali di markas Bodo/Glimt dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Sorotan tajam justru datang dari Haaland. Penyerang berusia 25 tahun itu tampil jujur dan tanpa basa-basi saat diwawancarai seusai pertandingan. Ia menolak menyalahkan pemain muda dan justru menunjuk para pemain senior sebagai pihak yang harus memikul tanggung jawab terbesar.

Haaland secara spesifik menyebut Rodri, Gianluigi Donnarumma, serta Tijjani Reijnders sebagai pemain berpengalaman yang seharusnya mampu menjaga stabilitas permainan tim.

“Saya mengambil tanggung jawab penuh bersama Rodri, Gigi, dan Tijjani. Kami adalah pemain senior. Kami harus lebih bertanggung jawab dalam situasi seperti ini,” ujar Haaland.

Ia menegaskan bahwa performa tim secara keseluruhan tidak mencerminkan standar Manchester City sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.

Malam Sulit bagi Haaland

Selain kekecewaan kolektif, laga ini juga menjadi malam berat secara personal bagi Haaland. Bermain di negara kelahirannya, ia justru gagal memberi dampak signifikan. Sepanjang pertandingan, Haaland tak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan menyia-nyiakan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga.

Haaland tak menutup-nutupi kegagalannya tersebut. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya juga pantas disalahkan karena gagal mencetak gol.

“Saya tidak punya jawaban. Saya harus bertanggung jawab karena tidak mencetak gol. Ini memalukan,” ucapnya.

Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf langsung kepada suporter Manchester City yang hadir di stadion maupun yang menyaksikan dari jauh.

Guardiola Akui Periode Sulit

Nada serupa juga disampaikan Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa timnya tengah berada dalam fase sulit, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sejak awal 2025, City hanya meraih lima kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di semua ajang. Mereka juga kehilangan banyak poin penting di Premier League saat menghadapi Brighton, Chelsea, Sunderland, hingga Manchester United.

“Ada perasaan bahwa banyak hal tidak berjalan sesuai rencana. Detail-detail kecil tidak berpihak kepada kami,” ujar Guardiola.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pemain masih berusaha keras untuk keluar dari situasi sulit tersebut dan berharap momentum bisa segera berbalik.

Ujian Mental untuk Manchester City

Pemain Manchester City, Abdukodir Khusanov (kiri), dan pemain Bodo/Glimt, Fredrik Bjorkan, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Kekalahan dari Bodo/Glimt menjadi alarm keras bagi Manchester City. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal mentalitas dan kepemimpinan di dalam tim. Pernyataan Haaland yang lugas menunjukkan adanya tuntutan internal agar para pemain senior tampil lebih dominan di saat-saat krusial.

Dengan fase liga yang semakin ketat, City kini tak punya banyak ruang untuk kesalahan. Reaksi mereka pada laga-laga berikutnya akan menjadi tolok ukur apakah kekalahan ini sekadar kecelakaan, atau pertanda masalah yang lebih dalam.

Sumber: Give Me Sport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *