Scorepost, Jakarta – Manchester United mulai mengambil pendekatan berbeda dalam menyusun strategi transfer menjelang bursa Januari 2026. Di tengah kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini tengah, manajemen Setan Merah kini cenderung lebih realistis dengan mempertimbangkan opsi yang terjangkau secara finansial, tanpa mengorbankan pengalaman dan kualitas permainan.
Kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day memang memberi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Ruben Amorim. Namun di balik hasil positif tersebut, masalah klasik Manchester United kembali terlihat jelas, terutama di sektor gelandang. Absennya Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo membuka fakta bahwa kedalaman lini tengah MU masih jauh dari kata ideal.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, performa Casemiro dan Manuel Ugarte dinilai belum stabil. Keduanya kerap kesulitan menjaga tempo permainan ketika jadwal padat memaksa rotasi dilakukan. Kondisi ini membuat MU harus segera mencari solusi, setidaknya untuk menjaga keseimbangan tim hingga akhir musim.
Situasi itulah yang mendorong Manchester United mengalihkan fokus dari target mahal ke nama-nama yang dinilai lebih masuk akal untuk didatangkan pada Januari. Dua gelandang dengan profil berbeda, namun sama-sama berpengalaman, mulai masuk radar Old Trafford.
Manchester United Cari Jalan Tengah di Bursa Januari

Menurut laporan media Inggris, Manchester United saat ini mengincar James Garner dan Ruben Neves sebagai opsi realistis untuk memperkuat lini tengah. Keduanya dianggap mampu memberikan dampak instan tanpa harus menguras anggaran klub secara berlebihan.
Ruben Neves merupakan sosok yang sudah sangat akrab dengan atmosfer Premier League. Selama enam musim membela Wolverhampton Wanderers, gelandang asal Portugal itu dikenal sebagai pemain dengan visi bermain tajam, kemampuan distribusi bola jarak jauh, serta kepemimpinan di lapangan.
Kini membela Al-Hilal di Liga Arab Saudi, Neves disebut berpotensi dilepas dengan biaya yang lebih rendah karena kontraknya mendekati akhir. Meski muncul pertanyaan mengenai adaptasi kembali ke intensitas sepak bola Inggris, pengalamannya tetap menjadi nilai jual utama bagi Manchester United.
Di sisi lain, James Garner menawarkan profil yang berbeda. Mantan pemain akademi MU itu tampil cukup stabil bersama Everton dan menunjukkan perkembangan signifikan sebagai gelandang box-to-box. Usianya yang masih 24 tahun membuat Garner dipandang sebagai opsi jangka menengah yang lebih aman, terutama dari sisi kebugaran dan potensi peningkatan performa.
Kembalinya Garner ke Old Trafford juga dinilai tidak akan membutuhkan proses adaptasi panjang, mengingat ia sudah memahami kultur klub dan tekanan bermain untuk Manchester United.
Kebutuhan Mendesak, Tapi Tetap Berhitung
Ketertarikan Manchester United terhadap Garner dan Neves mencerminkan pendekatan yang lebih berhati-hati. Klub tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu dengan belanja besar yang tidak sebanding dengan kontribusi di lapangan.
Namun, langkah ini bukan berarti MU mengesampingkan target jangka panjang. Beberapa nama tetap disiapkan untuk diburu pada bursa transfer musim panas 2026, ketika kondisi finansial dan perencanaan tim dinilai lebih stabil.
Adam Wharton dari Crystal Palace masih dipandang sebagai gelandang masa depan dengan kualitas distribusi bola yang menonjol. Sementara itu, Elliot Anderson dan Carlos Baleba juga masuk dalam daftar pemantauan karena karakter permainan mereka yang dinilai cocok dengan filosofi Ruben Amorim.
Manchester United juga mulai memikirkan transisi jangka panjang tanpa Bruno Fernandes. Meski masih menjadi sosok sentral, usia sang kapten membuat klub harus segera menyiapkan penerus yang mampu mengambil peran kreatif di lini tengah.
Dilema MU: Solusi Cepat atau Investasi Besar?
Keputusan Manchester United pada Januari nanti akan menjadi cerminan arah baru kebijakan klub. Apakah mereka memilih solusi cepat demi menjaga stabilitas musim ini, atau tetap bersabar menunggu investasi besar yang dianggap lebih ideal dalam jangka panjang.
Jika transfer James Garner atau Ruben Neves terealisasi, MU setidaknya bisa menutup lubang di lini tengah untuk sementara. Namun, tantangan sesungguhnya tetap berada di musim panas, ketika klub dituntut melakukan pembenahan lebih menyeluruh demi kembali bersaing di papan atas.
Dengan tekanan publik dan tuntutan prestasi yang tak pernah surut, setiap langkah Manchester United di bursa transfer kini akan selalu berada di bawah sorotan tajam.
Sumber: Sportsmole

