Suasana Stadion Sultan Agung jelang Derbi Mataram PSIM Yogyakarta vs Persis Solo BRI Super League 2026Para pemain Persis Solo dan PSIM Yogyakarta berfoto bersama jelang kick-off laga klasik Derby Mataram di pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (8/11/2025). (Dok. Persis)

Scorepost, JakartaPanitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta mengambil langkah tegas jelang laga panas bertajuk Derbi Mataram melawan Persis Solo pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026) sore WIB itu diprediksi berlangsung sengit, baik di dalam maupun luar lapangan.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, Panpel PSIM memutuskan untuk memprioritaskan distribusi tiket melalui wadah resmi suporter. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan kebocoran tiket kepada pendukung tim tamu, yang dalam beberapa laga sebelumnya masih terlihat hadir di sekitar area stadion.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya serius manajemen Laskar Mataram dalam menciptakan suasana pertandingan yang kondusif dan tertib.

Pengalaman Laga Sebelumnya Jadi Pelajaran Penting

Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, mengungkapkan bahwa kebijakan ini lahir dari evaluasi pertandingan sebelumnya. Pada laga melawan Persebaya Surabaya, pihaknya menemukan banyak suporter tamu yang berhasil masuk atau berada di sekitar stadion.

Hal itu dinilai berpotensi memicu gesekan antarpendukung, terlebih dalam pertandingan berlabel derbi yang memiliki rivalitas tinggi.

“Kami membutuhkan banyak dokumen tambahan yang diminta pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan pertandingan berjalan aman,” ujar Wendy pada Rabu (4/2/2026).

“Pada pertandingan sebelumnya melawan Persebaya, terbukti banyak suporter tim tamu berada di sekitar Stadion Sultan Agung. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” tambahnya.

Pengalaman tersebut membuat Panpel PSIM semakin berhati-hati dalam mengelola penjualan tiket pada laga kontra Persis Solo.

Distribusi Tiket Difokuskan Lewat Wadah Suporter

Panpel PSIM
Logo PSIM Yogyakarta.

Untuk mencegah kebocoran tiket, Panpel PSIM memutuskan menjalin kerja sama lebih intensif dengan dua komunitas suporter utama, yakni Brajamusti dan The Maident.

Menurut Wendy, mekanisme ini diyakini lebih efektif karena distribusi tiket dapat terfilter dengan lebih baik dibandingkan penjualan bebas secara daring.

“Sistem penjualan tiket lewat dua wadah suporter ini akan lebih bisa tersaring. Kami memang diminta untuk meminimalkan kebocoran tiket untuk suporter tim tamu,” jelas Wendy.

Meski demikian, opsi pembelian tiket secara online tetap dibuka, namun dengan sejumlah ketentuan.

“Pilihan online tetap ada jika kuota presale dari dua wadah suporter ini tidak habis pada hari pertama dan kedua. Tapi kalau habis, penjualan daring hanya tersedia untuk kelas VIP melalui aplikasi Brimo di H-1 pertandingan,” paparnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan bahwa mayoritas penonton yang hadir benar-benar merupakan pendukung PSIM Yogyakarta.

Panpel Siapkan 9 Ribu Tiket untuk Derbi Mataram

Untuk laga krusial ini, Panpel PSIM memutuskan mencetak total 9.000 lembar tiket. Jumlah tersebut telah melalui proses koordinasi ketat dengan aparat keamanan serta pihak terkait.

Rinciannya, sebanyak 8.500 tiket dialokasikan untuk tribune terbuka, sementara sisanya diperuntukkan bagi tribune tertutup, tamu undangan, sponsor, serta kebutuhan tim dan ofisial.

“Saya diminta mempresentasikan rencana pengamanan sebelum rekomendasi jumlah penonton keluar. Alhamdulillah sudah disetujui di angka 9.000,” ungkap Wendy.

Ia juga memastikan bahwa area tertentu di stadion sudah dikhususkan untuk pendukung PSIM.

“Gate 9 dan Gate 10 sudah terakomodasi melalui koordinasi dengan wadah suporter. Tribune timur dan utara semuanya telah difasilitasi untuk pendukung PSIM,” jelasnya lebih lanjut.

Keamanan Jadi Taruhan Besar PSIM ke Depan

Stadion Sultan Agung
Aksi Brajamusti saat mendukung PSIM di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Wendy menegaskan bahwa kelancaran pelaksanaan Derbi Mataram ini akan sangat menentukan nasib PSIM pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Jika laga berjalan aman dan tertib, peluang untuk mendapatkan kuota penonton lebih besar di laga kandang selanjutnya akan semakin terbuka.

“Jaminan keamanan sangat dibutuhkan Panpel dan manajemen PSIM untuk bisa mendapatkan kuota di pertandingan berikutnya,” ujar Wendy.

“Ini tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak, terutama suporter PSIM sendiri,” tambahnya.

Tekad Laskar Mataram Raih Poin Penuh

Di luar urusan tiket dan keamanan, pertandingan melawan Persis Solo tetap menjadi momen penting bagi PSIM dari sisi kompetisi.

Sebagai tuan rumah, Laskar Mataram bertekad memanfaatkan dukungan penuh suporter untuk meraih tiga poin krusial demi menjaga posisi di papan atas klasemen BRI Super League.

Rivalitas panjang antara kedua tim dipastikan membuat atmosfer laga semakin panas. Namun, Panpel PSIM berharap panasnya persaingan tetap berada dalam batas sportivitas.

Dengan persiapan matang dari sisi teknis maupun nonteknis, Derbi Mataram edisi kali ini diharapkan berjalan sukses tanpa kendala berarti.

Sumber: Panpel PSIM Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *