Scorepost, Bandung – Persib Bandung menutup kalender kompetisi 2025 dengan catatan yang sangat impresif. Tim berjuluk Maung Bandung itu berhasil mengakhiri putaran pertama BRI Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen sementara setelah mengoleksi 34 poin dari 15 pertandingan.
Posisi puncak tersebut dipastikan menjadi milik Persib setelah pesaing terdekat mereka, Borneo FC, secara mengejutkan tumbang dari Malut United dengan skor tipis 2-3. Meski memiliki jumlah poin yang sama, Persib unggul dalam catatan head to head, sehingga berhak duduk di singgasana klasemen.
Keberhasilan ini tentu tidak lahir secara instan. Konsistensi permainan, kedalaman skuad, serta kecermatan pelatih Bojan Hodak dalam meracik strategi menjadi faktor utama. Namun, dari keseluruhan elemen tim, terdapat beberapa pemain yang kontribusinya sangat menonjol dan menjadi fondasi performa stabil Persib sepanjang paruh musim.
Berikut tiga pemain Persib Bandung yang tampil paling kinclong dan berperan besar mengantar tim ke puncak klasemen BRI Super League, termasuk dua di antaranya merupakan penggawa Timnas Indonesia.
1. Thom Haye, Otak Permainan Persib

Kehadiran Thom Haye di lini tengah Persib langsung memberikan dampak signifikan. Gelandang naturalisasi Timnas Indonesia itu menjadi poros permainan yang membuat alur serangan Maung Bandung lebih rapi dan terstruktur.
Thom Haye memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat baik. Ia kerap menjadi titik awal transisi dari bertahan ke menyerang, sekaligus berperan sebagai pengatur tempo ketika Persib perlu mengontrol jalannya laga. Visi bermainnya memungkinkan Persib keluar dari tekanan dengan umpan-umpan presisi.
Selain itu, Haye juga menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan. Ia tidak hanya fokus pada distribusi bola, tetapi juga aktif membantu pertahanan saat Persib kehilangan penguasaan. Perannya membuat lini tengah Persib terlihat lebih seimbang dan sulit ditembus.
Sepanjang paruh musim, Thom Haye telah mencatatkan belasan penampilan dengan kontribusi gol dan assist yang krusial. Meski statistiknya tidak selalu mencolok, peran strategisnya di lapangan menjadikan Haye salah satu pemain paling vital dalam skema Bojan Hodak.
2. Eliano Reijnders, Versatile dan Penuh Energi

Nama Eliano Reijnders menjadi kejutan menyenangkan di skuad Persib musim ini. Pemain berusia 25 tahun tersebut mampu beradaptasi dengan cepat dan tampil konsisten di berbagai posisi.
Eliano dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia dapat bermain sebagai gelandang tengah, sayap, hingga gelandang bertahan sesuai kebutuhan tim. Fleksibilitas inilah yang membuatnya menjadi pilihan penting dalam rotasi Persib, terutama ketika tim menghadapi jadwal padat.
Meski memiliki postur tidak terlalu besar, Eliano menunjukkan keberanian dalam duel satu lawan satu. Intensitas dan etos kerjanya tinggi, membuatnya sering menjadi penyeimbang ketika Persib harus bermain dengan tempo cepat.
Kontribusinya tidak selalu tercermin lewat gol atau assist, namun kehadirannya memberi stabilitas permainan. Eliano juga dikenal disiplin secara taktik, sesuatu yang sangat dibutuhkan Persib dalam menjaga konsistensi di papan atas.
3. Federico Barba, Pilar Tangguh di Jantung Pertahanan

Jika berbicara soal solidnya lini belakang Persib, maka nama Federico Barba tidak bisa diabaikan. Bek asal Italia ini menjadi sosok sentral dalam menjaga pertahanan Maung Bandung tetap kokoh sepanjang paruh musim.
Barba memiliki kemampuan membaca serangan lawan dengan sangat baik. Ia tenang dalam mengantisipasi bola-bola silang dan unggul dalam duel udara. Kehadirannya membuat pertahanan Persib lebih terorganisir dan minim kesalahan.
Selain kualitas teknis, Barba juga membawa pengalaman dan jiwa kepemimpinan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia dipercaya mengenakan ban kapten dan mampu mengomandoi rekan-rekannya di lini belakang.
Menariknya, Barba tidak hanya berkontribusi dalam bertahan. Ia juga cukup produktif dalam situasi bola mati dan telah mencetak beberapa gol penting yang membantu Persib meraih poin maksimal.
Modal Kuat Menuju Tahun 2026
Kombinasi Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Federico Barba menjadi fondasi penting keberhasilan Persib Bandung di paruh musim. Ketiganya memberikan keseimbangan antara kreativitas, energi, dan ketangguhan di setiap lini.
Dengan performa yang terus terjaga, Persib memiliki modal sangat kuat untuk menatap paruh kedua kompetisi dan memasuki tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Tantangan tentu masih panjang, namun konsistensi para pemain kunci ini menjadi alasan kuat mengapa Maung Bandung layak difavoritkan dalam perburuan gelar.
Sumber: Persib.co.id

