Vinicius Jr merayakan gol saat Real Madrid mengalahkan AS Monaco di Liga ChampionsPenyerang Real Madrid, Vinicius Junior, bereaksi saat pertandingan fase liga Liga Champions UEFA melawan AS Monaco di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. (Thomas Coex / AFP)

Scorepost, JakartaVinicius Jr membuktikan dirinya pada malam Liga Champions di Santiago Bernabéu. Winger asal Brasil itu tampil luar biasa ketika Real Madrid melibas AS Monaco dengan skor telak 6-1 pada lanjutan Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut tidak sekadar menjadi kemenangan besar bagi Los Blancos, tetapi juga momen penting bagi Vinicius yang tengah berada dalam sorotan tajam. Sebelum laga dimulai, namanya sempat mendapat siulan dari sebagian suporter ketika diumumkan sebagai starter. Setiap sentuhan awalnya pun diiringi reaksi dingin dari tribun.

Namun, alih-alih terpuruk, Vinicius justru menjawab kritik dengan cara paling elegan: performa kelas dunia.

Dari Siulan ke Sorak Sorai

Sejak menit awal, Real Madrid tampil agresif. Gol pembuka cepat yang dicetak Kylian Mbappe pada menit kelima menjadi penanda dominasi tuan rumah. Vinicius berperan besar dalam membongkar pertahanan Monaco, baik melalui pergerakan tanpa bola maupun distribusi umpan di sisi kiri serangan.

Seiring berjalannya pertandingan, atmosfer Bernabéu perlahan berubah. Setiap aksi Vinicius mulai mendapat tepuk tangan, terutama setelah ia berulang kali menciptakan peluang matang bagi rekan-rekannya. Hingga laga usai, Vinicius menorehkan tiga assist dan satu gol—catatan yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Gol Vinicius lahir pada menit ke-63, sekaligus menjadi gol pertamanya di Liga Champions musim ini. Momen tersebut terasa emosional. Vinicius langsung berlari ke pinggir lapangan dan memeluk pelatih Alvaro Arbeloa, seolah meluapkan beban yang selama ini ia pendam.

Periode Sulit yang Akhirnya Terbayar

Usai laga, Vinicius berbicara jujur mengenai tekanan yang ia rasakan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengakui bahwa situasi tersebut tidak mudah, terlebih ketika kritik datang dari publik sendiri.

Menurut Vinicius, dukungan dari rekan setim menjadi faktor penentu yang membantunya bangkit. Ia menyebut bahwa kepercayaan di ruang ganti membuatnya tetap yakin pada kemampuannya.

Kepercayaan itu terlihat jelas di lapangan. Rekan-rekan setim tak ragu terus memberinya bola, dan Vinicius membalasnya dengan kontribusi konkret. Penampilannya kali ini menunjukkan kedewasaan yang semakin matang, tidak hanya sebagai penyerang sayap, tetapi juga sebagai kreator utama permainan Real Madrid.

Arbeloa dan Mbappe Berdiri di Belakang Vinicius

Vinicius Jr
Vinicius Junior dan Alvaro Arbeloa berpelukan dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Pelatih Alvaro Arbeloa memberikan pembelaan tegas terhadap anak asuhnya tersebut. Ia menilai Vinicius adalah pemain kunci yang dibutuhkan Real Madrid untuk bersaing di semua kompetisi.

Menurut Arbeloa, ketika Vinicius mendapat dukungan penuh dari Bernabéu, level permainannya sulit dihentikan. Ia menegaskan bahwa ambisi meraih trofi mustahil tercapai tanpa kontribusi maksimal sang winger.

Solidaritas juga datang dari Mbappe. Sepanjang laga, penyerang asal Prancis itu beberapa kali terlihat memberikan dukungan moral kepada Vinicius. Mbappe bahkan sebelumnya meminta publik untuk tidak menjadikan Vinicius sebagai sasaran kekecewaan atas performa tim.

Kebersamaan tersebut mencerminkan keharmonisan ruang ganti Real Madrid di tengah fase yang sempat goyah.

Real Madrid Kembali ke Jalur Positif

Vinicius Jr
Selebrasi Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Kemenangan besar atas Monaco menjadi sinyal kebangkitan Real Madrid. Setelah melewati periode hasil yang kurang stabil, Los Blancos kini menempati posisi kedua klasemen Liga Champions dan berada di jalur aman untuk lolos langsung ke babak delapan besar.

Selain Vinicius dan Mbappe, kontribusi juga datang dari Jude Bellingham, yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-80. Penampilan kolektif yang solid ini menegaskan bahwa Real Madrid masih menjadi salah satu kandidat kuat juara.

Bagi Vinicius, laga ini bisa menjadi titik balik penting. Dari pemain yang disoraki, ia berubah menjadi pahlawan. Sebuah pengingat bahwa di level tertinggi sepak bola, jawaban terbaik atas kritik selalu datang dari lapangan.

Sumber: ESPN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *