Francisco Conceicao saat membela Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo.Meski bermain penuh selama 90 menit, pemain berusia 41 tahun tersebut gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target).

Scorepost, JakartaPortugal Piala Dunia 2026 kembali menjadi pembahasan setelah Francisco Conceicao menanggapi anggapan bahwa permainan Selecao das Quinas terlalu bertumpu kepada Cristiano Ronaldo. Winger muda Portugal itu menegaskan bahwa timnya tidak memiliki kewajiban untuk selalu mengarahkan bola kepada sang kapten dalam setiap situasi pertandingan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Timnas Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K. Hasil itu membuat skuad asuhan Roberto Martinez mendapat sejumlah kritik, termasuk soal cara mereka membangun serangan dan peran besar Cristiano Ronaldo di lini depan.

Conceicao menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya tepat. Menurut pemain yang kini memperkuat Juventus itu, para pemain Portugal tetap mengambil keputusan berdasarkan kondisi pertandingan, bukan karena tekanan untuk terus mencari Ronaldo.

Conceicao Bantah Portugal Terlalu Bergantung kepada Ronaldo

Cristiano Ronaldo
Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, bereaksi seusai pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 melawan DR Kongo yang berakhir imbang 1-1 di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026.

Francisco Conceicao menegaskan bahwa Portugal bermain sebagai satu kesatuan tim. Ia membantah adanya instruksi khusus atau kebiasaan wajib untuk selalu memberikan bola kepada Cristiano Ronaldo.

Menurutnya, keputusan dalam pertandingan terjadi sangat cepat. Setiap pemain akan mengoper kepada rekan yang berada dalam posisi terbaik dan memiliki peluang paling besar untuk menciptakan ancaman.

“Kami tidak punya kewajiban untuk selalu mengoper bola kepadanya. Saya memberikan bola kepada pemain yang menurut saya berada dalam posisi terbaik,” ujar Conceicao.

Komentar itu menjadi penjelasan penting setelah Portugal dinilai kurang tajam saat menghadapi Kongo. Conceicao ingin menegaskan bahwa Ronaldo memang sosok besar, tetapi permainan Portugal tidak hanya dibangun untuk satu pemain.

Ronaldo Tetap Jadi Inspirasi Besar

Piala Dunia 2026
Para pemain Portugal bertepuk tangan kepada para penggemar setelah bermain imbang 1-1 pada pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kongo DR di Stadion Houston pada 18 Juni 2026 di Houston, Texas.

Meski membantah ketergantungan terhadap Ronaldo, Conceicao tetap memberikan penghormatan besar kepada kapten Portugal tersebut. Baginya, Ronaldo adalah contoh terbaik bagi para pemain muda, terutama dalam hal profesionalisme dan mental juara.

Cristiano Ronaldo sudah memasuki usia 41 tahun, tetapi semangatnya dalam latihan dan pertandingan tetap menjadi perhatian para pemain lain di ruang ganti.

“Cristiano adalah contoh karena kariernya dan rasa lapar untuk menang yang masih ia tunjukkan setiap hari,” kata Conceicao.

Ia juga menilai cara Ronaldo menjaga motivasi menjadi pelajaran besar bagi generasi baru Portugal. Dengan segala prestasi yang sudah diraih, Ronaldo tetap menunjukkan etos kerja tinggi seolah masih berada di awal karier.

Hal itulah yang membuat kehadiran Ronaldo masih sangat berarti bagi Portugal. Bukan hanya karena gol dan pengalaman, tetapi juga karena pengaruhnya terhadap mental tim.

Portugal Wajib Bangkit Lawan Uzbekistan

Setelah gagal menang pada laga pertama, Portugal kini harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan kedua Grup K melawan Uzbekistan. Duel tersebut menjadi sangat penting karena Selecao das Quinas masih memburu kemenangan perdana di Piala Dunia 2026.

Conceicao mengakui bahwa hasil imbang melawan Kongo tidak sesuai harapan. Para pemain, menurutnya, menjadi pihak pertama yang merasakan kekecewaan setelah gagal meraih tiga poin.

“Ketika hasil tidak berjalan baik, kami adalah orang pertama yang merasakannya,” ujar Conceicao.

Portugal harus tampil lebih efektif jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Kualitas skuad yang dimiliki membuat mereka tetap menjadi salah satu tim unggulan, tetapi hasil di laga pembuka menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan di Piala Dunia tidak pernah mudah.

Terbiasa dengan Tekanan Besar

Portugal
Dua pemain Timnas Portugal, Francisco Conceicao dan Cristiano Ronaldo, saat berlatih di Palm Beach Gardens, Florida.

Sebagai pemain yang berkarier di klub besar, Conceicao mengaku sudah terbiasa menghadapi tekanan. Ia memahami bahwa kritik akan selalu datang ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, terutama saat membela tim sebesar Portugal.

Putra dari Sergio Conceicao itu menilai tekanan bukan alasan untuk kehilangan fokus. Justru, para pemain harus menjadikannya sebagai dorongan untuk memberikan respons terbaik pada pertandingan berikutnya.

“Kami bermain di klub-klub besar dan tekanan akan selalu ada. Tugas kami adalah menjawabnya di lapangan,” ucapnya.

Menariknya, laga melawan Kongo juga menjadi momen spesial bagi Conceicao karena ia mencatat debut di Piala Dunia, 24 tahun setelah sang ayah tampil bersama Portugal pada Piala Dunia 2002.

Kini, fokus utama Portugal adalah memperbaiki performa dan membuktikan bahwa mereka bukan tim yang hanya bergantung kepada Cristiano Ronaldo. Dengan kombinasi pemain senior dan generasi muda, Portugal masih memiliki peluang besar untuk melangkah jauh di turnamen ini.

Sumber: ESPN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *