Scorepost, Jakarta – Harry Kane Timnas Inggris kembali menjadi pusat perhatian setelah tampil menentukan dalam kemenangan The Three Lions atas Panama pada laga terakhir Grup L Piala Dunia 2026. Sang kapten mencetak gol penting saat Inggris menang 2-0 di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu (27/6/2026), dan semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Inggris.
Bukan hanya golnya yang menjadi sorotan. Pelatih Thomas Tuchel juga memberikan pujian besar terhadap karakter, mentalitas, dan rasa lapar Harry Kane yang dinilai tidak pernah menurun meski sudah mencatat banyak rekor. Bagi Tuchel, Kane bukan sekadar penyerang utama, tetapi juga pemimpin yang memberi contoh kepada seluruh pemain di ruang ganti.
Kemenangan atas Panama memastikan Timnas Inggris lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup L. Dengan performa Harry Kane Timnas Inggris yang terus stabil, Inggris kini menatap fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.
Harry Kane Kembali Jadi Pembeda

Dalam laga Panama vs Inggris, pertandingan tidak berjalan mudah bagi The Three Lions. Panama tampil disiplin dan cukup lama mampu menahan serangan Inggris. Namun, kualitas pemain besar akhirnya menjadi pembeda ketika laga memasuki fase penting.
Harry Kane mencetak gol kedua Inggris dan membantu timnya mengunci kemenangan 2-0. Gol tersebut membuat penyerang Bayern Munchen itu semakin kokoh sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia.
Performa Harry Kane Timnas Inggris juga semakin menonjol karena ia bukan hanya berperan sebagai penyelesai akhir. Kane sering turun menjemput bola, membuka ruang untuk rekan setim, dan menjaga struktur serangan Inggris tetap hidup.
Di turnamen ini, Kane sudah mencetak tiga gol. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ketajamannya masih menjadi senjata utama Inggris dalam mengejar ambisi besar di Piala Dunia 2026.
Tuchel Puji Mentalitas Kane
Thomas Tuchel tidak ragu menyebut Kane sebagai sosok yang sangat penting bagi timnya. Menurut pelatih asal Jerman itu, hal paling mengesankan dari Kane bukan hanya jumlah gol, tetapi bagaimana ia tetap menjaga ambisi meski sudah berada di level tertinggi.
“Dia adalah rekan setim yang luar biasa dan dihormati oleh semua orang,” ujar Tuchel.
Tuchel menilai Harry Kane Timnas Inggris memiliki karakter yang sulit dicari. Kane sudah memecahkan banyak rekor, tetapi tetap bekerja keras seolah masih harus membuktikan diri setiap hari.
“Meski sudah memecahkan berbagai rekor, dia tetap lapar dan tidak pernah merasa puas. Itu menunjukkan karakter dan tekad yang dimilikinya,” kata Tuchel.
Pujian itu menjadi gambaran jelas mengapa Kane tetap menjadi pusat proyek Inggris di bawah Tuchel. Pengaruhnya tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga dalam cara ia memimpin rekan-rekannya.
Duet Kane dan Bellingham Beri Dampak Besar
Selain Kane, Jude Bellingham juga mendapat perhatian khusus dari Tuchel. Gelandang muda itu dinilai memberikan energi besar, terutama ketika Inggris membutuhkan kreativitas untuk membongkar pertahanan Panama.
Tuchel menyebut Kane dan Bellingham sebagai dua pemain yang memberikan pengaruh besar pada babak kedua. Keduanya menjadi simbol keseimbangan Inggris antara pengalaman dan tenaga muda.
“Jude dan Kane memberikan dampak yang sangat besar, terutama pada babak kedua. Itulah yang kami harapkan dari pemain seperti mereka,” ujar Tuchel.
Kombinasi tersebut membuat Timnas Inggris punya banyak cara untuk menyerang. Kane bisa menjadi target utama, sementara Bellingham mampu masuk dari lini kedua dan menciptakan ancaman tambahan.
Peran Harry Kane Timnas Inggris dalam sistem ini menjadi sangat penting. Ia bukan hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga membantu mengatur ritme serangan dan memberi ruang bagi pemain lain.
Inggris Menatap Fase Gugur

Setelah memastikan status juara Grup L, Inggris kini bersiap menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar yang akan digelar di Atlanta. Laga tersebut menjadi ujian baru bagi skuad Thomas Tuchel setelah melewati fase grup dengan hasil positif.
Dengan performa Harry Kane Timnas Inggris yang semakin konsisten, harapan publik Inggris kembali membesar. The Three Lions masih membawa ambisi besar untuk mengakhiri penantian gelar dunia sejak 1966.
Namun, fase gugur selalu menghadirkan tekanan berbeda. Satu kesalahan kecil bisa menentukan nasib sebuah tim. Karena itu, pengalaman dan ketenangan Kane akan sangat dibutuhkan.
Bagi Tuchel, Kane adalah pemain yang mampu memimpin melalui tindakan. Gol, kerja keras, dan sikap profesionalnya menjadi alasan mengapa ia tetap dipercaya sebagai kapten dan tumpuan utama.
Kini, Harry Kane Timnas Inggris bukan hanya sedang mengejar rekor pribadi. Ia juga membawa misi besar untuk membantu Inggris melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.
Sumber: Konferensi Pers Timnas Inggris dan data pertandingan Piala Dunia 2026 / FIFA

