Cahya Supriadi Timnas IndonesiaSelebrasi pemain PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi saat timnya berhasil mecetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025).

Scorepost, JakartaCahya Supriadi Timnas Indonesia menjadi salah satu cerita menarik dalam persiapan skuad Garuda menuju Piala AFF 2026. Penjaga gawang PSIM Yogyakarta itu kembali mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan di Bali dan bertekad memanfaatkannya sebaik mungkin.

Panggilan ini menjadi momentum penting bagi Cahya. Di usia 23 tahun, ia sadar persaingan untuk menembus skuad final tidak akan mudah. Apalagi, TC kali ini diikuti puluhan pemain yang sama-sama memiliki ambisi besar untuk masuk daftar akhir pilihan John Herdman.

Meski begitu, Cahya tidak ingin terlalu jauh memikirkan hasil akhir. Fokus utamanya saat ini adalah bekerja keras di setiap sesi latihan, mengikuti arahan pelatih, dan menunjukkan bahwa dirinya layak bersaing di level tim nasional.

Cahya Bersyukur Dapat Kesempatan Lagi

Kesempatan mengikuti training center di Bali menjadi hal yang sangat disyukuri Cahya. Ia menilai panggilan ini sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibayar dengan kerja keras.

“Alhamdulillah, pastinya bersyukur bisa dapat kesempatan baik ini, kembali dipanggil tim nasional untuk ikut pemusatan latihan di Bali,” ujar Cahya.

Bagi Cahya, kembali berada di lingkungan Timnas Indonesia bukan sekadar kebanggaan pribadi. Ia juga membawa nama klub, keluarga, dan para pendukung yang selama ini memberikan dukungan terhadap kariernya.

Situasi Cahya Supriadi Timnas Indonesia juga menarik karena ini bukan panggilan pertamanya di era John Herdman. Ia sudah beberapa kali masuk dalam pemantauan tim pelatih, meski sebelumnya belum selalu berhasil menembus skuad akhir.

Persaingan Kiper Tidak Mudah

Timnas Indonesia
Cahya Supriadi, PSIM Yogyakarta.

Pemusatan latihan kali ini menjadi bagian dari persiapan Indonesia menuju Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Sebanyak 55 pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi awal.

Jumlah tersebut nantinya akan dipangkas menjadi sekitar 24 sampai 26 pemain untuk skuad final. Artinya, setiap pemain harus tampil maksimal sejak hari pertama latihan.

Untuk posisi penjaga gawang, persaingan juga dipastikan ketat. Setiap kiper harus menunjukkan kualitas bukan hanya dari sisi refleks dan penyelamatan, tetapi juga komunikasi, distribusi bola, serta kesiapan mental.

Dalam kondisi seperti ini, Cahya Supriadi Timnas Indonesia harus benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan oleh staf pelatih.

Target Masuk Skuad Final

Cahya tidak menutup ambisi untuk menembus skuad utama Piala AFF 2026. Namun, ia memilih menjalani proses dengan tenang dan tidak ingin terburu-buru.

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah fokus selama berada di Bali. Ia ingin menyerap sebanyak mungkin ilmu dari tim pelatih dan membuktikan kualitasnya dalam latihan.

“Selama seminggu di Bali, saya bakal kerja keras, fokus, dan serap semua ilmu yang dikasih. Pastinya ingin masuk skuad utama buat Piala AFF nanti,” kata Cahya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Cahya memahami beratnya persaingan. Ia tidak hanya mengejar tempat di skuad, tetapi juga ingin menunjukkan perkembangan sebagai pemain yang semakin matang.

Bagi Cahya Supriadi Timnas Indonesia, kesempatan ini bisa menjadi titik penting dalam kariernya. Jika mampu tampil konsisten, peluang untuk masuk daftar akhir tentu akan semakin terbuka.

Grup A Jadi Tantangan Besar

Indonesia tergabung di Grup A Piala AFF 2026 bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Komposisi grup tersebut membuat persiapan skuad Garuda harus benar-benar matang sejak awal.

Vietnam akan menjadi lawan paling berat di atas kertas. Namun, Singapura juga tidak bisa diremehkan karena memiliki pengalaman panjang di level Asia Tenggara.

Situasi ini membuat setiap pemain yang masuk skuad final harus siap secara fisik dan mental. Turnamen seperti Piala AFF sering kali tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknik, tetapi juga konsistensi dan daya tahan sepanjang kompetisi.

Karena itu, persaingan dalam TC menjadi bagian penting untuk membentuk skuad terbaik.

Dukungan PSIM Jadi Motivasi

Cahya Supriadi Timnas Indonesia mengikuti pemusatan latihan jelang Piala AFF 2026.
Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi bersiap saat melawan Filipina pada laga Grup B Piala AFF 2024 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024).

Cahya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar PSIM. Ia merasa dukungan dari suporter, rekan setim, dan manajemen menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik.

“Teruntuk suporter, rekan-rekan, dan manajemen PSIM, terima kasih atas dukungannya selama ini. Mohon doa restunya agar saya bisa membawa nama baik klub di level internasional,” ujar Cahya.

Ucapan itu memperlihatkan bahwa Cahya tidak hanya membawa ambisi pribadi. Ia juga ingin membuktikan bahwa pemain dari PSIM mampu bersaing di panggung internasional.

Kini, Cahya Supriadi Timnas Indonesia tinggal menunggu kesempatan untuk menunjukkan kualitas terbaiknya. Jalan menuju skuad final masih panjang, tetapi tekad dan kerja kerasnya di Bali bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan kepercayaan John Herdman.

Sumber: Keterangan Cahya Supriadi / Data TC Timnas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *