Scorepost, Jakarta – La Furia Roja kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim paling konsisten di sepak bola dunia. Timnas Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Timnas Prancis dengan skor 2-0 pada babak semifinal.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena Prancis datang sebagai salah satu favorit juara. Namun, skuad asuhan Luis de la Fuente mampu tampil lebih rapi, lebih tenang, dan lebih efektif dalam memanfaatkan momen penting.
Gol penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama membuka jalan Spanyol. Setelah jeda, Pedro Porro memperbesar keunggulan melalui penyelesaian jarak dekat yang membuat Prancis semakin sulit kembali ke pertandingan.
Hasil ini juga mengakhiri ambisi Prancis untuk tampil di final Piala Dunia tiga edisi beruntun. Sebaliknya, kemenangan tersebut menegaskan La Furia Roja sebagai tim yang layak berada di partai puncak.
Spanyol Samai Rekor Tak Terkalahkan Italia

Salah satu catatan terbesar dari kemenangan ini adalah laju tak terkalahkan Spanyol yang kini mencapai 37 pertandingan berturut-turut.
Angka tersebut menyamai rekor terpanjang tim nasional Eropa di sepak bola putra, yang sebelumnya dibukukan Italia pada periode 2018 hingga 2021.
Catatan ini bukan sekadar angka. Dalam periode panjang tersebut, Spanyol menunjukkan stabilitas yang luar biasa di berbagai ajang. Mereka mampu menjaga identitas permainan, tetapi tetap fleksibel menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Bagi Luis de la Fuente, konsistensi ini menjadi bukti bahwa proyek Spanyol tidak dibangun secara instan. Kombinasi pemain muda, pengalaman turnamen besar, dan struktur permainan yang jelas membuat tim ini sulit dikalahkan.
Delapan Kemenangan Beruntun di Fase Gugur

Rekor berikutnya tidak kalah mentereng. Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang mampu mencatat delapan kemenangan beruntun di fase gugur turnamen besar, yaitu Piala Dunia dan Euro.
Rangkaian itu dimulai sejak Euro 2024, ketika Spanyol melewati Georgia, Jerman, Prancis, dan Inggris untuk menjadi juara. Laju tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026 saat mereka mengalahkan Austria, Portugal, Belgia, dan kini Prancis.
Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang memenangi delapan pertandingan beruntun di fase gugur turnamen besar (Piala Dunia dan Euro):
- Spanyol 4-1 Georgia (Euro 2024)
- Spanyol 2-1 Jerman (Euro 2024)
- Spanyol 2-1 Prancis (Euro 2024)
- Spanyol 2-1 Inggris (Final Euro 2024)
- Spanyol 3-0 Austria (Piala Dunia 2026)
- Spanyol 1-0 Portugal (Piala Dunia 2026)
- Spanyol 2-1 Belgia (Piala Dunia 2026)
- Spanyol 2-0 Prancis (Piala Dunia 2026)
Catatan ini membuat Spanyol melewati rekor Italia pada era 1934-1938, serta melampaui capaian generasi emas mereka sendiri pada periode 2008-2012.
Bagi La Furia Roja, rekor ini memperlihatkan mental juara yang semakin matang. Mereka bukan hanya kuat dalam fase grup, tetapi juga mampu menjaga level permainan ketika tekanan semakin besar di fase gugur.
Pertahanan Spanyol Sulit Ditembus

Selain produktif dan efisien, Spanyol juga mencatat rekor defensif yang sangat kuat. Mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mengoleksi enam clean sheet dalam satu edisi turnamen.
Keberhasilan meredam Prancis menjadi bukti paling jelas. Lini serang Les Bleus yang dihuni pemain-pemain berkualitas tinggi tidak mampu menciptakan banyak ancaman bersih.
Expected goals Prancis bahkan hanya berada di angka 0,3. Catatan itu menjadi salah satu angka terendah untuk tim semifinalis Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir.
Performa ini menunjukkan bahwa Spanyol bukan hanya menang karena penguasaan bola. Mereka juga sangat disiplin ketika bertahan, menjaga jarak antarlini, dan menutup ruang di area berbahaya.
Rekor Sempurna Lamine Yamal

Nama Lamine Yamal kembali masuk dalam daftar cerita penting Spanyol. Pemain muda Barcelona itu kini telah menjadi starter dalam 12 pertandingan gabungan di Piala Dunia dan Euro.
Menariknya, Spanyol selalu menang dalam seluruh pertandingan tersebut. Catatan itu membuat Yamal memiliki persentase kemenangan 100 persen sebagai starter di dua turnamen besar.
Meski masih sangat muda, Yamal sudah menjadi bagian penting dari sistem De la Fuente. Pergerakannya di sisi sayap membuat lawan harus memberi perhatian ekstra, sehingga ruang untuk pemain lain ikut terbuka.
Jika La Furia Roja mampu mempertahankan level ini di final, peluang mereka untuk mengangkat trofi sangat terbuka. Spanyol kini tinggal menunggu pemenang duel Inggris melawan Argentina untuk menentukan lawan di partai puncak.
Kemenangan atas Prancis bukan hanya membawa tiket final. Lebih dari itu, hasil ini memperkuat status La Furia Roja sebagai tim dengan identitas paling jelas, pertahanan paling kokoh, dan mental paling siap untuk menjadi juara dunia.
Sumber: AP News / Times of India

