Scorepost, Jakarta – Lamine Yamal 2.0 menjadi sorotan utama jelang duel Spanyol vs Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, percaya pemain muda Barcelona itu sudah berada dalam kondisi terbaik untuk kembali memberi pengaruh besar bagi La Roja.
Pertandingan Spanyol melawan Belgia akan digelar di Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi salah satu duel paling menarik di babak perempat final karena mempertemukan dua tim dengan kualitas teknis tinggi dan ambisi besar untuk melangkah ke semifinal.
Yamal sempat diragukan bisa tampil maksimal setelah pulih dari cedera hamstring. Namun, De la Fuente melihat perkembangan yang berbeda dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, sang winger kini sudah lebih siap secara fisik maupun mental.
Isu Lamine Yamal 2.0 muncul setelah De la Fuente menyebut bahwa pemain berusia 18 tahun itu telah menunjukkan versi yang lebih matang dibanding sebelumnya. Ia tidak ingin publik hanya melihat jumlah gol, karena kontribusi Yamal dinilai jauh lebih luas dari sekadar statistik.
De La Fuente Yakin Lamine Yamal 2.0 Siap Meledak

Luis de la Fuente menyampaikan keyakinannya bahwa Yamal kini sudah memasuki fase penting dalam turnamen. Setelah sempat absen dan kembali secara bertahap, pemain Barcelona itu mulai mendapat menit bermain reguler bersama Spanyol.
“Ini adalah Lamine yang berbeda, versi yang lebih baik. Sekarang kita melihat Lamine versi dua koma sekian,” ujar De la Fuente.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa sang pelatih melihat peningkatan signifikan dari sisi kesiapan pemain. Yamal disebut sudah pulih dari cedera dan kini lebih percaya diri menghadapi pertandingan besar.
Label Lamine Yamal 2.0 juga menggambarkan harapan besar Spanyol terhadap sang pemain. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah memikul ekspektasi besar setelah sebelumnya ikut membawa La Roja menjuarai Euro 2024.
Belgia Harus Waspada
Meski baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2026, Yamal tetap dianggap sebagai ancaman besar. De la Fuente menilai pemain muda itu memiliki kemampuan membawa bola yang bisa memaksa lawan mengubah struktur pertahanan.
Yamal dikenal berani melakukan dribel, melewati satu hingga tiga pemain, dan menciptakan ruang untuk rekan setimnya. Situasi ini membuat Timnas Belgia harus memberikan perhatian ekstra.
Menurut De la Fuente, ketika beberapa pemain lawan fokus menghentikan satu pemain, ruang di area lain akan terbuka. Itulah yang ingin dimanfaatkan Spanyol dengan sirkulasi bola cepat.
Dalam konteks Spanyol vs Belgia, Lamine Yamal 2.0 bisa menjadi faktor penting. Ia mungkin tidak selalu mencetak gol, tetapi pergerakannya dapat membuka jalan bagi pemain lain untuk mendapatkan peluang.
Masih Ada Bayang-Bayang Messi

Di tengah sorotan terhadap Yamal, De la Fuente juga berbicara soal Lionel Messi yang tampil luar biasa bersama Argentina. Messi telah mencetak banyak gol dan membawa timnya melaju ke perempat final dalam usia yang tidak lagi muda.
De la Fuente menyebut Messi sebagai pemain langka yang hanya muncul sekali dalam satu generasi. Ia juga menilai banyak orang terlalu cepat menganggap karier Messi mulai menurun.
“Pemain seperti Messi hanya muncul sekali dalam seumur hidup,” kata De la Fuente.
Komentar itu menunjukkan bahwa pelatih Spanyol tidak ingin terburu-buru membandingkan Yamal dengan legenda seperti Messi atau Cristiano Ronaldo. Menurutnya, Yamal punya potensi besar, tetapi masih membutuhkan waktu untuk berkembang.
Spanyol Butuh Keseimbangan

Perbandingan dengan Messi dan Ronaldo memang tidak bisa dihindari. Namun, De la Fuente ingin publik tetap memberi ruang bagi Yamal untuk bertumbuh tanpa tekanan berlebihan.
Bagi Spanyol, hal terpenting saat ini adalah menjaga keseimbangan tim. La Roja tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain, meski kualitas Yamal sangat menonjol.
Jika Lamine Yamal 2.0 mampu tampil efektif melawan Belgia, peluang Spanyol untuk menembus semifinal akan semakin besar. Namun, duel ini tetap menuntut kontribusi kolektif dari seluruh pemain.
Spanyol datang dengan modal pengalaman, kualitas teknik, dan kepercayaan diri. Belgia juga bukan lawan yang mudah karena memiliki pemain-pemain berpengalaman di berbagai lini.
Kini, semua mata tertuju kepada Yamal. Bukan hanya untuk melihat apakah ia bisa mencetak gol, tetapi apakah ia benar-benar mampu menunjukkan versi terbaiknya pada panggung sebesar perempat final Piala Dunia.
Sumber: ESPN

