Barcelona vs Atletico VARHansi Flick coba menenangkan pemain Barcelona yang memprotes wasit usai laga kontra Atletico Madrid pada leg 1 perempat final Liga Champions 2025/2026

Scorepost, Jakarta – Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 memunculkan polemik besar. Laga yang berlangsung di Camp Nou itu berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tim tamu, namun hasil tersebut tidak lepas dari kontroversi yang memicu kemarahan pelatih Barcelona, Hansi Flick.

Pelatih asal Jerman itu secara terbuka mengkritik kinerja wasit dan sistem VAR yang dianggap tidak konsisten dalam mengambil keputusan penting selama pertandingan.

Insiden Handball yang Picu Kemarahan

Momen yang menjadi pusat perhatian terjadi di dalam kotak penalti Atletico Madrid.

Bek Atletico, Marc Pubill, terlihat menyentuh bola dengan tangan setelah menerima umpan dari kiper Juan Musso. Dalam situasi tersebut, Pubill tampak berusaha mengontrol bola sebelum melanjutkan permainan.

Bagi Hansi Flick, tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan seharusnya menghasilkan penalti untuk Barcelona.

Ia menilai bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan yang cukup fatal, apalagi terjadi di area krusial.

Namun, wasit utama tidak memberikan hukuman, dan VAR juga tidak merekomendasikan peninjauan ulang.

Flick Sindir VAR secara Terbuka

Kekecewaan Flick semakin memuncak karena ia merasa ada standar ganda dalam penggunaan VAR.

Ia membandingkan insiden tersebut dengan keputusan lain dalam pertandingan yang justru melibatkan Barcelona.

Salah satu yang disorot adalah kartu merah yang diterima Pau Cubarsi setelah melalui tinjauan VAR.

Menurut Flick, jika VAR bisa digunakan untuk mengeluarkan kartu merah, maka seharusnya teknologi yang sama juga digunakan untuk mengevaluasi potensi pelanggaran penalti.

Dengan nada sarkastis, Flick bahkan menyinggung asal petugas VAR yang berasal dari Jerman.

“VAR tampaknya sangat fokus pada Atletico hari ini. Petugasnya dari Jerman, jadi terima kasih,” ujar Flick dengan nada kesal.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu komentar paling tajam dari pelatih Barcelona musim ini.

Bandingkan dengan Kasus Sebelumnya

Flick juga mengungkit insiden serupa yang pernah terjadi di kompetisi Eropa.

Ia merujuk pada kasus yang melibatkan Tyrone Mings pada tahun 2024, di mana pelanggaran serupa berujung pada penalti.

Menurutnya, keputusan yang berbeda dalam situasi yang mirip menunjukkan adanya inkonsistensi dalam penerapan aturan.

“Dalam pandangan saya, itu jelas pelanggaran. VAR seharusnya memanggil wasit untuk meninjau ulang,” tambahnya.

Ia juga mengaku memilih untuk tidak berdiskusi langsung dengan wasit setelah pertandingan, karena khawatir situasi justru akan semakin memanas.

Dukungan dari Pemain Barcelona

Kritik terhadap keputusan wasit tidak hanya datang dari Flick.

Bek Barcelona, Ronald Araujo, juga menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.

Ia menilai bahwa pelanggaran tersebut sangat jelas dan sulit untuk dipahami mengapa tidak diberikan penalti.

Komentar dari para pemain menunjukkan bahwa kekecewaan terhadap keputusan wasit dirasakan secara kolektif di dalam tim.

Simeone Punya Pandangan Berbeda

Barcelona
Lamine Yamal tampak lesu usai Barcelona kandas 0-2 dari Atletico Madrid pada leg 1 perempat final Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou.

Di sisi lain, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, justru memberikan pembelaan terhadap keputusan wasit.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan interpretasi situasi di lapangan.

Simeone menekankan pentingnya “akal sehat” dalam menilai kejadian tersebut.

“Jika pemain menganggap itu bagian dari memulai permainan dan wasit melihat hal yang sama, maka itu adalah keputusan yang masuk akal,” jelasnya.

Pandangan Simeone menunjukkan adanya perbedaan interpretasi yang cukup tajam antara kedua kubu.

Dampak untuk Leg Kedua

Kekalahan 0-2 membuat Barcelona berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua.

Selain harus mengejar defisit dua gol, mereka juga harus menjaga fokus agar tidak terpengaruh oleh kontroversi yang terjadi.

Sementara itu, Atletico Madrid memiliki keuntungan besar dan hanya perlu menjaga konsistensi untuk memastikan tiket ke semifinal.

Namun, polemik terkait VAR dipastikan masih akan menjadi perbincangan hingga pertandingan berikutnya.

Penutup

Kontroversi dalam laga Barcelona kontra Atletico Madrid kembali menyoroti pentingnya konsistensi dalam penggunaan VAR.

Hansi Flick secara tegas menyuarakan ketidakpuasannya, sementara pihak Atletico memiliki pandangan yang berbeda.

Kini, Barcelona harus segera bangkit dan fokus menghadapi leg kedua, di tengah tekanan besar akibat hasil dan kontroversi yang terjadi.

Sumber: Flashscore / VEGAS4D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *