Sananta Bidik Hasil PositifRamadhan Sananta gabung Persebaya Surabaya.

Scorepost, SurabayaSananta Bidik Hasil Positif bersama Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. Striker Timnas Indonesia itu menegaskan Bajul Ijo tidak datang hanya untuk menjalani turnamen pramusim, melainkan ingin menjadikan setiap pertandingan sebagai ujian serius sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/2027.

Persebaya mulai mengalihkan fokus setelah bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi awal bagi tim pelatih sebelum menghadapi lawan-lawan berat di Piala Presiden 2026.

Bagi Ramadhan Sananta, turnamen ini punya nilai besar. Ia menilai Persebaya harus menjaga standar permainan sejak awal, terlebih Bajul Ijo berada dalam grup yang tidak mudah. Selain PSMS Medan dan Port FC asal Thailand, Persebaya juga harus menghadapi Persija Jakarta yang selalu memiliki gengsi tersendiri dalam sepak bola Indonesia.

Persebaya Tidak Mau Sekadar Pemanasan

Striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta mengucapkan selamat tinggal kepada fans DPMM FC di Stadion Hasanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Rabu (14/5/2026).

Piala Presiden 2026 memang berstatus turnamen pramusim, tetapi Persebaya tidak ingin memperlakukannya sebagai agenda biasa. Skuad asuhan Bernardo Tavares membutuhkan pertandingan kompetitif untuk mengukur kesiapan fisik, taktik, dan mental pemain.

Kehadiran beberapa lawan dengan karakter berbeda membuat turnamen ini ideal sebagai tolok ukur. PSMS Medan bisa memberi tekanan lewat semangat kolektif, Port FC membawa level kompetisi Asia Tenggara, sementara Persija selalu punya atmosfer pertandingan besar.

Dalam konteks ini, Sananta Bidik Hasil Positif bukan sekadar kalimat optimistis. Pernyataan tersebut mencerminkan tekad Persebaya untuk membangun kepercayaan diri sebelum musim resmi dimulai.

Sananta Ingin Beri Dampak Nyata

Sananta datang ke Persebaya dengan ekspektasi besar. Sebagai penyerang yang sudah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia, ia dituntut memberi kontribusi nyata di lini depan.

Pemain berusia 23 tahun itu menyadari bahwa setiap laga bisa menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kualitasnya. Ia tidak hanya ingin mencetak gol, tetapi juga membantu tim menjaga intensitas permainan dan membuka ruang bagi rekan setim.

“Setiap game, saya akan memberikan yang terbaik untuk membantu tim,” ujar Sananta.

Target Sananta Bidik Hasil Positif juga penting bagi proses adaptasinya bersama Bajul Ijo. Turnamen seperti Piala Presiden dapat menjadi ruang untuk membangun chemistry dengan pemain lain, terutama dalam memahami pola serangan yang diinginkan Tavares.

Tavares Punya Banyak Bahan Evaluasi

Striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta mencetak satu gol saat DPMM FC meraih kemenangan di markas Sabah FC dalam lanjutan Liga Super Malaysia 2025/2026 di Stadion Likas, Sabah, Sabtu (20/12/2025).

Bagi Bernardo Tavares, Piala Presiden 2026 menjadi kesempatan penting untuk menguji komposisi tim. Pelatih asal Portugal itu bisa mencoba kombinasi pemain, variasi formasi, dan pendekatan taktik sebelum menghadapi jadwal panjang liga.

Persebaya membutuhkan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan stabilitas bertahan. Hasil imbang melawan PSIS menunjukkan masih ada ruang perbaikan, terutama dalam menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Konteks Sananta Bidik Hasil Positif juga berkaitan erat dengan peran Tavares. Sang pelatih perlu menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan kualitas Sananta sebagai penyerang tengah, baik melalui umpan silang, bola terobosan, maupun pressing dari lini depan.

Jika Sananta bisa cepat menyatu dengan skema permainan, Persebaya berpeluang memiliki senjata penting untuk musim baru.

Reuni Mantan Jadi Bumbu Menarik

Sananta Bidik Hasil Positif
Irfan Jaya (kanan) sejatinya hanya sebentar menyapa mantan timnya. Ia masuk di menit keempat injury time babak kedua. Walau sebentar, ia langsung mendapatkan ‘kado’ selamat datang dari bek Persebaya, Rizky Ridho (tengah).

Selain faktor teknis, Piala Presiden 2026 juga menghadirkan cerita emosional bagi Persebaya. Bajul Ijo berpotensi bertemu beberapa nama yang pernah menjadi bagian penting klub.

Rizky Ridho kini memperkuat Persija Jakarta, sementara Bruno Moreira telah bergabung dengan Port FC. Kedua pemain itu punya hubungan kuat dengan publik Surabaya sehingga pertemuan nanti bisa menghadirkan atmosfer berbeda.

Namun, Persebaya tidak boleh larut dalam sisi emosional. Turnamen ini tetap harus dimanfaatkan untuk membangun kesiapan menuju kompetisi sesungguhnya.

Dengan pesan Sananta Bidik Hasil Positif, Bajul Ijo memberi sinyal bahwa mereka ingin tampil serius sejak pramusim. Piala Presiden bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga soal membentuk karakter, memperbaiki kekurangan, dan menyiapkan fondasi sebelum Super League dimulai.

Jika Persebaya mampu menjaga konsistensi, turnamen ini bisa menjadi langkah awal yang penting untuk membangun kepercayaan diri skuad.

Sumber: ANTARA / Medcom / Transfermarkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *