Final Spanyol vs ArgentinaDari kiri) Gelandang Timnas Spanyol #06, Mikel Merino, penyerang #25, Victor Munoz, penyerang #07, Ferran Torres, penyerang #21, Mikel Oyarzabal, dan gelandang #16, Rodri, merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026.

Scorepost, JakartaFinal Spanyol vs Argentina menjadi panggung besar yang dinanti publik sepak bola dunia. Dua tim dengan sejarah, kualitas, dan karakter berbeda akan bertemu di partai puncak Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Menjelang laga tersebut, mantan pelatih Timnas Spanyol, Vicente del Bosque, memberikan pandangan menarik. Sosok yang membawa La Roja menjadi juara Piala Dunia 2010 itu percaya Spanyol memiliki modal kuat untuk mengalahkan Argentina. Namun, ia juga memberi peringatan penting: La Roja tidak boleh merasa terlalu percaya diri.

Del Bosque menilai Spanyol tampil sangat seimbang sepanjang turnamen. Mereka solid saat bertahan, nyaman ketika menguasai bola, dan punya banyak cara untuk menciptakan peluang. Akan tetapi, Argentina datang dengan mentalitas juara bertahan yang sudah terbukti mampu bangkit dalam situasi sulit.

Del Bosque Percaya Kekuatan Spanyol

Timnas Spanyol
Gelandang Spanyol, Rodri (16), dan bek Pau Cubarsi (22), berselebrasi setelah kemenangan atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Vicente del Bosque tidak menutup rasa optimistisnya terhadap peluang Spanyol. Menurutnya, performa skuad asuhan Luis de la Fuente selama Piala Dunia 2026 menunjukkan kualitas tim yang sangat matang.

“Saya percaya pada kekuatan sepak bola Spanyol,” ujar Del Bosque saat berbicara kepada Onda Cero.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang La Roja terjadi saat mereka menghadapi Belgia di perempat final.

Selain itu, Spanyol juga sukses meredam Timnas Prancis di semifinal dengan kemenangan 2-0. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa lini belakang La Roja mampu bertahan dengan konsentrasi tinggi melawan salah satu serangan terbaik di dunia.

Dalam konteks Final Spanyol vs Argentina, kekuatan pertahanan ini bisa menjadi faktor utama untuk meredam Lionel Messi dan para pemain Argentina lainnya.

La Roja Punya Kedalaman Serangan

Piala Dunia 2026
Pemain Spanyol Mikel Oyarzabal (kiri) merayakan gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026.

Spanyol bukan hanya kuat saat bertahan. Mereka juga menunjukkan kedalaman di lini depan. Meski Lamine Yamal sempat terganggu masalah otot dan belum selalu tampil eksplosif, La Roja tetap mampu mencetak gol dari banyak pemain.

Mikel Oyarzabal menjadi salah satu nama penting dengan kontribusi gol yang konsisten. Di luar itu, Spanyol juga mendapat sumbangan gol krusial dari Pedro Porro, Mikel Merino, Alex Baena, Fabian Ruiz, hingga Yamal.

Catatan 13 gol sepanjang turnamen memperlihatkan bahwa Spanyol tidak bergantung pada satu sosok saja. Pola serangan mereka lebih kolektif dan sulit ditebak.

Inilah yang membuat Final Spanyol vs Argentina semakin menarik. Argentina memiliki pengalaman dan mental juara, sementara Spanyol datang dengan sistem permainan yang lebih stabil dari lini belakang hingga depan.

Argentina Tidak Bisa Diremehkan

Meski memuji Spanyol, Del Bosque juga mengingatkan bahwa Argentina bukan lawan yang bisa dianggap ringan. Ia menyinggung bagaimana Argentina mampu bangkit dalam beberapa pertandingan penting, termasuk ketika menghadapi Inggris di semifinal.

Argentina juga pernah menunjukkan mental luar biasa saat melawan Mesir di babak 16 besar. Mereka sempat tertinggal dua gol, tetapi mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2 lewat tekanan besar pada menit-menit akhir.

Del Bosque menilai momen seperti itu menjadi pelajaran penting untuk Spanyol. La Roja tidak boleh lengah, bahkan jika mampu unggul lebih dulu.

Mentalitas Argentina menjadi ancaman nyata dalam Final Spanyol vs Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni dikenal tidak mudah menyerah dan mampu menemukan momentum di fase akhir pertandingan.

De La Fuente Berburu Rekor Bersejarah

La Roja
Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque.

Luis de la Fuente kini berada di depan peluang besar untuk menulis sejarah baru bersama Spanyol. Setelah sukses meraih UEFA Nations League dan Euro 2024, ia tinggal selangkah lagi membawa La Roja kembali menjadi juara dunia.

Spanyol juga membawa rekor luar biasa: 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Catatan tersebut sudah melewati rekor 35 laga tak terkalahkan milik era Vicente del Bosque dan menyamai rekor internasional yang pernah dibuat Italia di bawah Roberto Mancini.

Jika tidak kalah dari Argentina, Spanyol akan mencatat 38 pertandingan tanpa kekalahan. Itu akan menjadi rekor baru yang belum pernah dicapai tim nasional mana pun.

Namun, rekor tidak akan berarti banyak jika Spanyol gagal di laga puncak. Karena itu, Final Spanyol vs Argentina bukan hanya tentang angka dan statistik, tetapi juga tentang konsentrasi, mental, dan keberanian mengambil keputusan pada momen paling penting.

Spanyol punya alasan untuk percaya diri. Namun, peringatan Del Bosque tetap relevan: menghadapi Argentina, rasa percaya diri harus dibarengi kewaspadaan penuh hingga peluit panjang berbunyi.

Sumber: World Soccer Talk / Onda Cero / FIFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *