Kasus Folarin Balogun

Scorepost, JakartaKasus Folarin Balogun menjadi salah satu kontroversi besar yang ikut mewarnai perjalanan Piala Dunia 2026. Turnamen yang seharusnya lebih banyak dikenang karena gol indah, drama fase gugur, dan kejutan tim kuda hitam, justru juga dipenuhi perdebatan soal keputusan wasit dan penggunaan VAR.

Dalam sepak bola, wasit biasanya dinilai berhasil ketika tidak terlalu menjadi pusat perhatian. Namun, pada turnamen kali ini, sejumlah keputusan justru mencuri panggung. Ada penalti yang tidak diberikan, kartu merah yang dianggap terlalu keras, hingga gol penting yang dianulir setelah tinjauan video.

Sorotan terhadap Kasus Folarin Balogun juga memperpanjang daftar kritik terhadap standar kepemimpinan pertandingan. Beberapa pelatih, termasuk Thomas Tuchel dan Hossam Hassan, secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan di lapangan.

Berikut lima keputusan wasit paling kontroversial yang ramai dibahas sepanjang Piala Dunia 2026.

5. Harry Kane Tidak Mendapat Penalti

Harry Kane

Kontroversi pertama datang dari laga Timnas Inggris melawan DR Kongo di babak 16 besar. Harry Kane terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan kiper Lionel Mpasi.

Dalam tayangan ulang, terlihat ada kontak ketika Mpasi melakukan sliding. Namun, wasit Adham Mohammad Tumah Makhadmeh langsung menolak protes pemain Inggris dan memberi isyarat bahwa Kane dianggap terlalu mudah jatuh.

VAR kemudian memeriksa insiden tersebut, tetapi keputusan lapangan tetap dipertahankan. Hal ini membuat banyak pihak heran karena kontak terlihat cukup jelas untuk setidaknya memberi Inggris peluang penalti.

4. Kartu Merah Balogun Bikin Perdebatan

Folarin Balogun
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026).

Dalam daftar ini, Kasus Folarin Balogun menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian. Penyerang Amerika Serikat itu mendapat kartu merah langsung setelah wasit meninjau ulang insiden melalui VAR.

Balogun dianggap melakukan pelanggaran serius ketika menginjak bagian tumit dan pergelangan kaki bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, dalam perebutan bola.

Dalam kecepatan normal, kejadian tersebut tidak terlihat terlalu keras. Namun, tayangan lambat memperlihatkan kontak yang lebih berbahaya. Perdebatan pun muncul karena banyak yang menilai insiden itu lebih terlihat sebagai benturan tidak sengaja daripada tindakan kasar.

Kasus Folarin Balogun makin melebar setelah Donald Trump ikut mendesak FIFA agar mencabut hukuman larangan bermain sang pemain. Situasi itu membuat keputusan wasit tidak hanya menjadi perdebatan sepak bola, tetapi juga bahan pembicaraan luas di luar lapangan.

3. Messi Lolos dari Kartu Merah

Lionel Messi
Penyerang Argentina, merayakan gol pertama yang dicetak timnya dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair di Stadion Kansas City, Kansas City, pada 16 Juni 2026.

Keputusan lain yang menuai kritik terjadi saat Argentina menghadapi Aljazair pada fase grup. Lionel Messi tampil luar biasa dengan mencetak hattrick, tetapi satu momen pada babak pertama memicu perdebatan besar.

Messi terlihat menginjak kaki kapten Aljazair, Aissa Mandi, dalam sebuah duel. Setelah pertandingan dihentikan, Messi tampak meminta maaf kepada lawannya.

Namun, wasit tidak memberikan kartu apa pun. VAR juga tidak menganggap insiden itu layak mendapat hukuman lebih berat. Keputusan tersebut membuat publik terbelah, terutama karena pelanggaran serupa di pertandingan lain bisa saja menghasilkan kartu merah.

2. Gol Mesir Dianulir, Argentina Tetap Disahkan

Argentina
Pemain Argentina Cristian Romero mencetak gol pertama timnya mereka selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026.

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, menjadi salah satu sosok paling vokal dalam mengkritik wasit. Ia kecewa berat setelah Mesir kalah 2-3 dari Argentina di babak 16 besar.

Mesir sempat unggul 2-0 hingga menit ke-79 sebelum Argentina bangkit secara dramatis. Yang membuat Hassan marah adalah satu gol Mesir dianulir VAR karena dugaan pelanggaran dalam proses serangan.

Di sisi lain, gol kemenangan Argentina melalui Enzo Fernandez pada injury time tetap disahkan, meski dianggap berawal dari situasi yang mirip.

“Kami diperlakukan dengan tidak adil hari ini,” ujar Hassan setelah pertandingan.

Komentar itu menunjukkan betapa besar kekecewaan Mesir terhadap keputusan wasit.

1. Gol Jonathan Tah Dianulir VAR

Jerman
Pemain Jerman, Jonathan Tah dan Joshua Kimmich berebut bola dengan pemain Pantai Gading, Ange-Yoan Bonny, dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (20/6/2026).

Kontroversi terbesar muncul saat Jerman menghadapi Paraguay. Jonathan Tah sempat mencetak gol lewat sundulan pada babak perpanjangan waktu setelah menerima sepak pojok Nathaniel Brown.

Namun, VAR meminta wasit Jalal Jayed melihat ulang insiden tersebut. Gol akhirnya dianulir karena Waldemar Anton dianggap menghalangi pergerakan kiper Paraguay, Orlando Gill.

Keputusan itu menjadi pukulan besar bagi Jerman. Pertandingan berlanjut ke adu penalti, dan Tah gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung.

Dari Kasus Folarin Balogun hingga gol Jonathan Tah yang dianulir, deretan keputusan ini memperlihatkan bahwa peran wasit dan VAR masih menjadi bahan perdebatan besar di sepak bola modern. Teknologi memang membantu, tetapi interpretasi manusia tetap menentukan arah sebuah pertandingan.

Sumber: Sports Illustrated

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *